JOMBANG – Insiden ledakan bahan peledak jenis petasan (mercon) mengakibatkan tiga orang pelajar mengalami luka serius di Dusun Godong, Desa Godong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jumat (20/3) sore. Peristiwa tersebut terjadi di tengah persiapan warga menyambut malam takbiran.
Insiden nahas ini berlangsung sekitar pukul 16.20 WIB di kediaman warga bernama Dita Mahardika Putri Utami. Berdasarkan keterangan kepolisian, ketiga korban berinisial R (10), F (14), dan B (15) tengah meracik bubuk petasan secara mandiri sebelum ledakan hebat terjadi.
Kapolsek Ngoro, Iptu Susilo, mengungkapkan bahwa ledakan dipicu oleh kelalaian saat proses pengisian bahan peledak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban B sedang memasukkan bubuk petasan ke dalam enam gulungan kertas menggunakan sendok kertas. Di saat bersamaan, korban R menyalakan korek api di dekat lokasi peracikan.
Percikan api dari korek tersebut seketika menyambar tumpukan bubuk peledak hingga menimbulkan ledakan yang mengenai ketiga remaja tersebut.
“Karena ada yang memainkan korek api di dekat bahan peledak, terjadi reaksi instan yang memicu ledakan dan mengenai ketiganya secara langsung,” ujar Iptu Susilo saat dikonfirmasi, Jumat (20/3/2026).
Akibat ledakan tersebut, ketiga korban yang merupakan warga setempat mengalami luka serius. Masing-masing adalah R (10) siswa kelas 4 SD, mengalami luka robek pada bagian jari tangan; F (14) pelajar kelas 2 SMP, menderita luka di area mata dan kepala; dan B (15) pelajar kelas 3 SMP, mengalami luka bakar pada bagian dada.
Setelah mendapatkan penanganan medis darurat di Puskesmas Pulorejo, ketiga korban segera dirujuk ke RSUD Jombang guna mendapatkan perawatan intensif karena kondisi luka yang cukup serius.
Pihak Kepolisian Sektor Ngoro telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Iptu Susilo mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain dengan bahan peledak berbahaya.
“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada. Aktivitas meracik petasan sangat berisiko tinggi dan mengancam keselamatan nyawa,” pungkasnya.
















