Tiga Desa di Kabupaten Mojokerto Krisis Air Bersih

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI KEKERINGAN: Sebuah embung atau penampungan air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian nampak kering dan permukaan tanah pecah-pecah akibat musim kemarau. FOTO ISTIMEWA

ILUSTRASI KEKERINGAN: Sebuah embung atau penampungan air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian nampak kering dan permukaan tanah pecah-pecah akibat musim kemarau. FOTO ISTIMEWA

MOJOKERTO, MITRAMEDIA.CO – Tiga desa di Kabupaten Mojokerto tercatat sebagai kawasan krisis air bersih saat musim kemarau tahun 2025.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, tiga desa itu adalah Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro; Desa Manduro Mangun Gajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida mengatakan, tiga desa itu disebutnya memang menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau tiba. Ketiga desa itu lokasinya berdekatan dengan lereng Gunung Penanggungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD disebut telah melakukan langkah prnanganan. Salah satunya adalah melakukan droping air bersih ke tiga desa tersebut.

Langkah antisipasi dan pemetaan kebutuhan air disebut telah disiapkan sejak bulan lalu. Sehingga, akhir Juli air bersih sudah bisa didistribusikan.

Baca Juga  Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data

“Droping (air bersih) sudah kita lakukan mulai kemarin,” kata dia, Sabtu (2/8/2025).

Sedikitnya ada 4.000 tangki air bersih telah disiapkan oleh BPBD yang dianggarkan dari anggaran APBD Tahun 2025 ini.

Skema pendistribusiannya, sambung dia, BPBD berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa untuk memastikan distribusi air bersih berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita benar-benar pastikan tepat sasaran dan cepat,” pungkasnya.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau secara umum, diprediksi berkisar antara bulan Juli hingga bulan Agustus 2025. Di Jawa, puncak musim kemarau cenderung lebih awal dibandingkan prediksi sebelumnya.

Editor : HAMAD

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai
Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data
Akar Sejarah FKAJ: Ikhtiar Kasful Hidayat Membangun Rumah Bersama bagi Pengacara
Syarahuddin Terpilih sebagai Ketua FKAJ, Gaungkan Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin
Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali
Krisis Elpiji Subsidi di Jombang, Warga Berburu hingga Luar Kecamatan, UMKM Terancam Bangkrut
Madas Jatim Kawal Pemeriksaan Hj. Her di KPK, Tegaskan Tolak Segala Bentuk Kriminalisasi
Ketua PCNU Jombang Usulkan Kriteria Calon Ketum PBNU Non-Pesantren, Ada Apa? 

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 06:45 WIB

Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai

Selasa, 28 April 2026 - 12:35 WIB

Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data

Minggu, 26 April 2026 - 18:36 WIB

Akar Sejarah FKAJ: Ikhtiar Kasful Hidayat Membangun Rumah Bersama bagi Pengacara

Minggu, 26 April 2026 - 16:15 WIB

Syarahuddin Terpilih sebagai Ketua FKAJ, Gaungkan Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin

Minggu, 19 April 2026 - 07:39 WIB

Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali

Berita Terbaru