JOMBANG – Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah utara Brantas, Kabupaten Jombang, pada Senin (30/3/2026) siang.
Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur publik, termasuk fasilitas kesehatan RSUD Ploso, serta puluhan permukiman warga di dua kecamatan.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mengonfirmasi bahwa dampak terparah terkonsentrasi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso dan Desa Sentul, Kecamatan Tembelang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena alam ini memicu kerusakan fisik bangunan dan kerugian material pada kendaraan warga.
Insiden bermula sekitar pukul 14.55 WIB saat hujan lebat mendadak disertai pusaran angin kencang menghantam area rumah sakit pemerintah tersebut.
Material Aluminium Composite Panel (ACP) pada fasad gedung rawat inap dilaporkan terlepas dari rangka dan berterbangan sebelum akhirnya jatuh menghantam area di bawahnya.
Humas RSUD Ploso, drg. Jerry Saifudin, mengonfirmasi bahwa rontoknya material konstruksi tersebut menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana rumah sakit.
Selain kerusakan eksterior, derasnya hujan yang disertai angin mengakibatkan air masuk ke dalam area pelayanan pasien.
“Kerusakan paling menonjol terjadi pada panel fisik (ACP) gedung rawat inap. Material yang jatuh menimpa sedikitnya tiga unit mobil milik pasien dan pegawai yang sedang terparkir di area rumah sakit,” ujar Jerry.
Meski terjadi kerusakan infrastruktur, pihak manajemen mengaku bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, pihak RSUD tengah melakukan koordinasi dengan para pemilik kendaraan yang terdampak untuk proses penanganan lebih lanjut.
Secara terpisah, Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria, menyatakan bahwa cakupan wilayah terdampak tidak hanya terbatas pada fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat tim di lapangan, sejumlah rumah warga di Desa Sentul dan Desa Rejoagung mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari atap yang tersapu angin hingga bangunan yang tertimpa pohon tumbang.
“Tim reaksi cepat masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan detail mengenai jumlah rumah yang terdampak. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material pohon yang menutup akses jalan dan memastikan keamanan struktur bangunan warga,” jelas pria yang akrab disapa Pepy tersebut.
Kejadian ini memicu persialan serius terhadap kekuatan material konstruksi luar (cladding) pada gedung-gedung pemerintahan di wilayah rawan bencana.
Kerusakan pada RSUD Ploso menunjukkan perlunya evaluasi rutin terhadap ketahanan fisik bangunan publik menghadapi anomali cuaca di wilayah sekitar aliran Sungai Brantas yang secara geografis kerap menjadi lintasan angin kencang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN dan BPBD Jombang masih melakukan perbaikan pada jaringan kabel dan pembersihan puing-puing bangunan guna memulihkan stabilitas pelayanan publik di wilayah utara Jombang.
















