Pengasuh PP Sholawat Darut Taubah Sebut Santri yang Tak Makan Telur Asin MBG Aman

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam. (Ist/MITRAMEDIA)

Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam. (Ist/MITRAMEDIA)

JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam, memberikan kesaksian kunci terkait insiden keracunan massal yang menimpa santrinya pada Kamis (5/3/2026) malam.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, titik tekan kecurigaan penyebab mual dan muntah massal tersebut mengarah pada konsumsi telur asin.

Peristiwa bermula saat para santri menyantap hidangan berbuka puasa berupa nasi rawon, telur asin, roti, dan buah-buahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammad Adam mengungkapkan bahwa gejala keracunan muncul secara mendadak tak lama setelah santri membatalkan puasa.

“Awalnya saya kira telat makan sehingga maag atau apa, ternyata semua. Terutama perempuan banyak yang lemas, ada yang menangis, ada yang pingsan,” ujar Muhammad Adam saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Dalam keterangannya, Muhammad Adam secara tajam membedakan antara menu hasil masakan internal pondok dengan bantuan dari pihak luar.

Ia menegaskan bahwa nasi dan sayur rawon dimasak sendiri oleh pihak pesantren, sementara telur asin merupakan kiriman bantuan yang diterima pada pukul 09.00 WIB pagi hari sebelum kejadian.

Baca Juga  Senyum Warga Jombang Menaruh Asa, Sinergitas Tentara dan Pemerintah Daerah

Indikasi telur asin sebagai sumber keracunan diperkuat oleh fakta bahwa santri yang tidak mengonsumsi menu tersebut tetap dalam kondisi sehat.

“Yang hanya makan rawon tidak (muntah). Termasuk saya makan rawon tidak (mengalami gejala) karena tidak makan telur asin. Rata-rata yang makan telur asin (yang mual-muntah),” tegasnya sembari menambahkan bahwa saat santri muntah, yang dikeluarkan adalah sisa telur asin tersebut.

Pihak pesantren langsung berkoordinasi dengan layanan ambulans untuk mengevakuasi para korban ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.

Dari total 84 santri yang menetap di asrama, sebanyak 40 santri harus menjalani perawatan intensif.

Rincian santri yang terdampak meliputi: santri putri sebanyak 30 orang, santri putra 10 orang, dengan entang usia pelajar jenjang SMP hingga SMA.

Hingga saat ini, Muhammad Adam memastikan seluruh korban masih dalam penanganan medis di rumah sakit.

Pihak pesantren menyerahkan proses investigasi lebih lanjut kepada pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut secara medis.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potret Ketidakbecusan Pemkab Jombang yang Terkesan Membiarkan 1.286 Rakyatnya di-PHK
Niatnya Jadi Sekolah Adiwiyata, Kandang Bebek SDN Losari Jombang Malah Diprotes Warga
Akses Jembatan Mulai Digarap, Pembangunan Grha Cak Nur Jombang Resmi Dimulai
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Jalan Ambles, Aktivitas Warga di Utara Brantas Jombang Lumpuh
Sungai Afvoer Watudakon Meluap Lagi, Bukti Kegagalan Tata Kelola Air di Jombang
Warga Pojokklitih Jombang Keluhkan Banjir Langganan yang Tanpa Solusi
Diterjang Angin, Material Gedung Rawat Inap RSUD Ploso Ambrol Timpa Kendaraan Pasien

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:32 WIB

Potret Ketidakbecusan Pemkab Jombang yang Terkesan Membiarkan 1.286 Rakyatnya di-PHK

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:11 WIB

Niatnya Jadi Sekolah Adiwiyata, Kandang Bebek SDN Losari Jombang Malah Diprotes Warga

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:51 WIB

Akses Jembatan Mulai Digarap, Pembangunan Grha Cak Nur Jombang Resmi Dimulai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:27 WIB

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:07 WIB

Jalan Ambles, Aktivitas Warga di Utara Brantas Jombang Lumpuh

Berita Terbaru