Depresi Akibat Cerai, Pria di Jombang Putar Sound Horeg Tengah Malam dan Mengamuk

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria depresi saat diamankan polisi. (Istimewa)

Seorang pria depresi saat diamankan polisi. (Istimewa)

JOMBANG – Kisah pilu di balik gangguan kamtibmas terjadi di Dusun Krajan, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Jombang pada Minggu (14/6/2026) malam.

Seorang pria berinisial R (37) terpaksa diamankan polisi setelah nekat menyalakan pengeras suara (sound horeg) dengan volume penuh di jam tidur warga, lalu mengamuk saat ditegur.

Belakangan terungkap, aksi nekat tersebut dipicu oleh depresi berat akibat perceraian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 23.00 WIB ketika suara dentuman musik keras dari rumah R mengganggu ketenangan warga sekitar yang sedang beristirahat.

Karena merasa terganggu, Kepala Dusun (Kasun) Krajan, Dedik Irawan, bersama pengurus RT dan warga berinisiatif mendatangi rumah R untuk menegurnya secara baik-baik.

Namun, emosi R justru tersulut. Bukannya mematikan sound, ia malah mengamuk dan mengacungkan senjata tajam (sajam) ke arah warga yang datang.

Melihat situasi yang membahayakan, perangkat desa segera menghubungi Polsek Sumobito.

Merespon laporan tersebut, petugas kepolisian bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian dalam waktu kurang dari 10 menit.

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, membenarkan bahwa anggotanya langsung mengamankan R malam itu juga demi mencegah terjadinya korban jiwa.

“Begitu menerima laporan warga, anggota kami langsung meluncur ke TKP. Pelaku berhasil kami amankan bersama barang bukti senjata tajam yang sempat ia gunakan untuk mengancam warga,” kata AKP Bagus saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Baca Juga  Video @viralforjustice Bermuatan SARA Picu Kekhawatiran, AMI Kritik Keras Narasi Pemecah Belah di Surabaya

Akar masalah dari tindakan nekat R baru terungkap setelah ia dibawa ke Mapolsek Sumobito.

Di hadapan polisi, Kasun Krajan bersama pihak keluarga menjelaskan bahwa R sebenarnya sedang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup parah.

Kondisi mental R dilaporkan mulai terguncang hebat sejak ia bercerai dengan istrinya tiga tahun lalu.

Sejak menyandang status duda dan hidup sendiri, R sering mengalami depresi, mendadak marah-marah, dan kerap menunjukkan perilaku yang tidak stabil.

Kebisingan dari sound horeg yang ia nyalakan tengah malam diduga menjadi salah satu pelampiasan dari kondisi psikologisnya yang tertekan.

Mendengar latar belakang tersebut, rasa amarah warga berubah menjadi empati. Mengingat kondisi kejiwaan R yang membutuhkan pertolongan, perangkat desa dan keluarga bersepakat untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Kasun Krajan mewakili warga membuat surat pernyataan resmi agar R tidak ditahan, melainkan dievakuasi untuk mendapatkan pengobatan.

“Kami mengedepankan solusi terbaik dan humanis. Karena yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, pihak keluarga dan perangkat desa berinisiatif meminta agar R dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang agar mendapatkan perawatan yang layak,” pungkas AKP Bagus.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi
Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang
Tertipu Investasi Bodong Rp200 Juta, Wanita di Jombang Laporkan Pria Berinisial B ke Polisi
Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi
Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama
Terjadi Lagi, Oknum Wartawan di Jombang Ngaku Pengacara Tipu Warga Puluhan Juta
AMI Geram! Polrestabes Sebut 3 Anggota DPRD Jalani Asesmen di BNNK, Humas BNNK Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama

Berita Terbaru