JOMBANG – Keheningan dini hari di jalur arteri Jombang berujung tragedi. Tiga remaja yang diduga berstatus sebagai santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, dilaporkan tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai terlibat kecelakaan dengan sebuah truk Mitsubishi Fuso, Jumat (15/5/2026).
Insiden maut ini terjadi tepat di simpang empat Jalan Raya Mastrip, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, ketiga korban saat itu tengah berboncengan tiga (cenglu) menggunakan satu unit sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi S 67xx ODG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Motor tersebut dikemudikan oleh R (15), warga Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Nganjuk. R membonceng dua rekannya, yakni Z (15), warga Wonokromo, Surabaya, dan V (15), warga Kepuhbaru, Bojonegoro.
“Sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju ke selatan. Sesampainya di persimpangan, motor tersebut terlibat benturan keras dengan truk Mitsubishi Fuso yang tengah melaju dari arah barat,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi.
Akibat hantaman keras tersebut, ketiga remaja yang masih berusia belia ini mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas Satlantas Polres Jombang yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi terhadap jenazah ketiga santri tersebut ke rumah sakit terdekat.
Selain itu, petugas langsung menggelar olah TKP dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran dan pendalaman terkait identitas pengemudi serta armada truk yang terlibat.
“Identitas lengkap sopir truk dan detail nomor polisi kendaraan (Fuso) masih dalam proses pendalaman oleh petugas di lapangan,” lanjut Siswanto.
Merespons tragedi ini, Satlantas Polres Jombang mengeluarkan peringatan keras kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di jam-jam rawan kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya pada dini hari dan saat melintasi persimpangan jalan. Pengendara diharapkan selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi menghindari kecelakaan fatal serupa,” pungkasnya.















