JOMBANG – Misteri kematian tragis dua perempuan tanpa busana yang ditemukan di kawasan eks Asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, akhirnya terungkap.
Melalui penyelidikan saintifik yang panjang, Kepolisian Resor (Polres) Jombang menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut murni tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya sebelum kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengonfirmasi identitas kedua korban berdasarkan hasil uji DNA yang dicocokkan dengan pihak keluarga di Kabupaten Nganjuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban diidentifikasi sebagai Sri Kusyanti (36) dan putrinya, Naila (6), warga Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang.
“Pemeriksaan DNA kami laksanakan dengan mengambil sampel dari pihak keluarga dan orang tua korban guna memastikan identitas keduanya secara akurat,” ujar AKBP Ardi Kurniawan dalam konferensi pers, Kamis (19/3/2026).
Tim forensik menemukan kandungan zat kimia berbahaya berupa asam klorida (HCl) pada lambung Sri Kusyanti.
Zat tersebut identik dengan bahan pembersih lantai merek tertentu yang sengaja dibeli korban melalui kerabatnya sebelum kejadian.
Kekejaman tragedi ini semakin nyata pada jasad sang anak. Polisi menemukan luka lepuh di area wajah Naila yang diduga akibat paparan cairan kimia tersebut.
“Hasil toksikologi menunjukkan adanya cairan pembersih lantai. Kami menyimpulkan saudari Sri Kusyanti meminumkan cairan tersebut kepada anaknya, melakukan pembakaran, kemudian melakukan tindakan serupa terhadap dirinya sendiri,” jelas AKBP Ardi.
Berdasarkan analisis Electronic Justice System melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi kunci, polisi tidak menemukan indikasi keterlibatan pihak ketiga.
Sudut pandang ini mematahkan spekulasi awal mengenai adanya dugaan pembunuhan atau penganiayaan.
Saksi seorang penjual BBM eceran di sekitar lokasi mengonfirmasi bahwa kedua korban terlihat berboncengan motor tanpa helm menuju TKP.
“Korban berangkat dari Nganjuk hingga lokasi hanya berdua, tanpa ada orang lain yang mengikuti atau menunjukkan aktivitas mencurigakan,” tambah kapolres.
Meski ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tim medis menegaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh kedua korban.
Kematian Naila (6) disebabkan oleh gagal napas akibat luka bakar dan inhalasi asap gas (mati lemas). Sementara ibunya, Sri Kusyanti, tewas akibat perdarahan hebat serta kerusakan rongga perut akibat reaksi kimia dan pembakaran.
Kasus ini menjadi catatan kelam terkait isu kesehatan mental dan proteksi anak. Pihak keluarga menyatakan telah menerima hasil penyelidikan ini sebagai musibah, sementara kepolisian secara resmi menutup penyelidikan kasus ini dengan kesimpulan murni bunuh diri.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
















