Pabrik di Jombang Bayar ke Calo Miliaran Rupiah untuk Izin, Berujung Disegel Satpol PP

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satpol PP Jombang saat memasang garis berwarna hitam kuning sebagai simbol penyegelan pabrik yang tidak berizin. FOTO ANANG

Petugas Satpol PP Jombang saat memasang garis berwarna hitam kuning sebagai simbol penyegelan pabrik yang tidak berizin. FOTO ANANG

JOMBANG – Kasus dugaan mafia perizinan di Jombang, Jawa Timur yang merugikan investor hingga miliaran rupiah kini memasuki babak baru.

Proyek pembangunan pabrik oleh PT Jian You di Mojoagung terpaksa disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat karena kedapatan tidak memiliki izin resmi, meskipun pihak perusahaan diduga telah membayar sejumlah besar uang kepada calo perizinan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kabupaten Jombang, Purwanto, membongkar fakta bahwa bangunan PT Jian You yang berlokasi di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, adalah ilegal alias tidak mengantongi izin, khususnya Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta tersebut ditemukan Satpol PP setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pada Selasa (30/9/2025).

“Di sini PBG-nya belum ada, kami belum pernah memberikan itu, itu hasil rapat dengan dinas teknis terkait. Kami langsung cek di lapangan,” kata Purwanto saat diwawancarai di lokasi, Selasa (30/9/2025).

Menurut Purwanto, proses pembangunan yang sudah dilakukan tanpa mengantongi izin menunjukkan ketidaktaatan perusahaan terhadap peraturan daerah.

Atas dasar temuan tersebut, Purwanto menegaskan pihaknya langsung mengambil tindakan tegas berupa penutupan sementara aktivitas pembangunan dan melakukan penyegelan dengan memasang Satpol PP Line.

“Tindakan kami akan menutup aktivitas pembangunan, dengan Satpol PP Line dan ada pernyataan bangunan ditutup, sampai dengan izinnya selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan. Jika perusahaan belum memiliki rekomendasi teknis dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pembangunan harus dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan atau hingga izin rampung.

Kasus ini menjadi sorotan karena PT Jian You, yang dikabarkan bergerak di bidang produksi koper dan plastik, diduga telah melakukan pembayaran kepada seorang perempuan berinisial S dan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JS senilai miliaran rupiah untuk pengurusan izin yang tak kunjung selesai.

Baca Juga  Lelang Dianggap Cacat Prosedur, Kantor Hukum SSA Al Wahid Gugat BRI dan KPKNL Surabaya

Menanggapi praktik ini, Purwanto berulang kali mengimbau seluruh investor di Jombang untuk tidak mempercayai adanya calo yang menawarkan jasa pengurusan izin.

“Harapan kami seluruh investor di sini silakan mengurus perizinan di Jombang sesuai ketentuan yang ada, tidak usah percaya pada calo dan lain sebagainya, silakan diurus di kantor perizinan DPMTSP di Mal Pelayanan Publik,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang disebut selalu terbuka kepada investor, tetapi proses perizinan resmi harus dilalui tanpa melalui pihak ketiga yang malah berujung pada terhambatnya proses.

Sebelumnya diberitakan, dugaan praktik mafia perizinan ini melibatkan duet S dan JS yang disinyalir memanfaatkan skema licik untuk meraup upeti.

S, dengan kepiawaiannya berbahasa asing, dipercaya menjadi pintu masuk bagi investor asing, meyakinkan, dan menjanjikan segala kemudahan soal perizinan. Sementara itu, JS disebut berperan sebagai pengaman lapangan, yang diduga mengondisikan oknum birokrasi dan aparat desa agar proyek pembangunan tetap berjalan meski izin belum lengkap.

Investor dilaporkan meneken perjanjian awal senilai sekitar Rp97 juta pada awal 2025, dengan target izin rampung sebelum Mei. Ketika janji itu gagal dipenuhi, muncul kesepakatan baru dengan nilai fantastis, sekitar Rp1,3 miliar, untuk pengurusan berbagai dokumen teknis. Selain itu, terdapat setoran rutin Rp7 juta per bulan yang diduga sebagai dana keamanan proyek, di mana sebagian besar diduga masuk kantong pribadi oknum.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengaku Pengacara, Oknum Wartawan di Jombang Tipu Buruh Tani Rp40 Juta
LSM Ancam Laporkan Dugaan Pungli Seragam SMAN 2 Padang Cermin ke Polda dan Kejati Lampung
Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang
Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami
Antusiasme Membludak! Kuota Penginapan Gratis Muktamar NU di Kampus Undar Ditambah Jadi 800
Masyarakat Lampung Ancam Seret Kasus Aset Pemprov ke KPK, Kejati Terkesan Tak Punya Nyali
Penegakkan Hukum di Lampung Mandul, Koruptor Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka
Peserta Muktamar ke-35 NU di Jombang Waspada Cuaca Ekstrem

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Mengaku Pengacara, Oknum Wartawan di Jombang Tipu Buruh Tani Rp40 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:40 WIB

LSM Ancam Laporkan Dugaan Pungli Seragam SMAN 2 Padang Cermin ke Polda dan Kejati Lampung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Masyarakat Lampung Ancam Seret Kasus Aset Pemprov ke KPK, Kejati Terkesan Tak Punya Nyali

Berita Terbaru

Semarak warga RT 1 mengikuti jalan sehat di Desa Bendet, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (ANANG/MITRAMEDIA)

Daerah

Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:02 WIB

Ilustrasi.

Hukum

Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:04 WIB