Misteri Dugaan Keracunan MBG di Jombang, Polisi dan Dinkes Uji Sampel Rawon ke Surabaya

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan didamlingi Kepala Dinkes dr. Hexawan saat diwawancarai. (Ist/MITRAMEDIA)

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan didamlingi Kepala Dinkes dr. Hexawan saat diwawancarai. (Ist/MITRAMEDIA)

JOMBANG – Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden keracunan massal yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

Fokus penyelidikan kini mengarah pada uji laboratorium terhadap sampel makanan rawon dan telur asin guna mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut secara ilmiah.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai puluhan santri yang mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap hidangan buka puasa diterima pada Kamis (5/3/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat sebanyak 31 santri terpaksa dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

“Informasi yang kami terima ada dugaan keracunan makanan saat berbuka puasa. Saat ini ada 31 santri yang sempat mendapatkan perawatan,” ujar AKBP Ardi Kurniawan saat melakukan peninjauan di lokasi.

Guna kepentingan penyidikan, tim gabungan telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sampel nasi rawon, kuah, telur asin, hingga sampel muntahan pasien.

Seluruh barang bukti tersebut dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

“Semua sampel tersebut kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Surabaya agar dapat diketahui penyebabnya secara ilmiah,” tegas AKBP Ardi.

Meskipun hasil uji cepat (rapid test) awal terhadap kandungan bahan kimia berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat, dan arsenik menunjukkan hasil negatif, pihak kepolisian menolak berspekulasi dini.

Baca Juga  Suami Tewas dan Anak Patah Kaki, Istri Korban Kecelakaan di Jombang Minta Pelaku Dihukum Berat 

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterangan para saksi untuk memetakan pola konsumsi para santri sebelum gejala muncul.

“Hasil keterangan sementara, ada yang makan rawon saja, ada yang makan telur asin saja, dan ada yang mengonsumsi keduanya. Ini masih kami dalami,” tambahnya.

Kritik terhadap aspek higienitas dan sanitasi lingkungan pondok juga menjadi perhatian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyatakan bahwa selain makanan, pihaknya juga mengambil sampel air di lingkungan pondok pesantren untuk uji mikrobiologi dan kultur bakteri.

Langkah ini diambil untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi biologis yang sering menjadi pemicu keracunan massal.

“Pemeriksaan laboratorium termasuk uji mikrobiologi memerlukan waktu sekitar 10 hari agar hasilnya benar-benar akurat,” jelas dr. Hexawan.

Hingga Jumat (6/3/2026) pagi, kondisi mayoritas santri dilaporkan berangsur stabil. Dari puluhan korban, tersisa tujuh santri yang masih menjalani observasi di ruang IGD, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang.

Kepolisian menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga hasil laboratorium keluar guna menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam penyediaan konsumsi di lingkungan pesantren tersebut.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Depresi Akibat Cerai, Pria di Jombang Putar Sound Horeg Tengah Malam dan Mengamuk
Polisi Mitra Petani, Personel Polsek Wonosalam Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung
Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu
Mirip Film Pesta Babi: Hutan Jombang Diacak-acak Oknum Pengusaha untuk Ditanami Tebu
Bawa Ratusan Bukti, Dugaan Pungli Kopertais IV Jatim Resmi Dilaporkan ke KPK dan Kejagung
Rekam Jejak Spesialis Ganjal ATM Asal Lampung: Bobol 25 Lokasi, Kuras Rp139 Juta Milik Warga Serang
Berboncengan Tiga dan Tabrak Truk, Tiga Santri Ponpes Darul Ulum Jombang Tewas
Sosok Rahardian Firmansyah, Kades Muda yang Rumahnya Digeledah Polisi Atas Dugaan Korupsi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:57 WIB

Depresi Akibat Cerai, Pria di Jombang Putar Sound Horeg Tengah Malam dan Mengamuk

Senin, 25 Mei 2026 - 11:48 WIB

Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:31 WIB

Mirip Film Pesta Babi: Hutan Jombang Diacak-acak Oknum Pengusaha untuk Ditanami Tebu

Senin, 18 Mei 2026 - 12:28 WIB

Bawa Ratusan Bukti, Dugaan Pungli Kopertais IV Jatim Resmi Dilaporkan ke KPK dan Kejagung

Senin, 18 Mei 2026 - 07:48 WIB

Rekam Jejak Spesialis Ganjal ATM Asal Lampung: Bobol 25 Lokasi, Kuras Rp139 Juta Milik Warga Serang

Berita Terbaru