Keracunan Massal di Ponpes Betek, Komnas PA Tuntut Sanksi Pidana SPPG Lalai

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jendral Komisi Nasional Perlindungan Anak Jawa Timur, Jaka Prima, SH., MH., M. Pd. , saat diwawancarai wartawan. (MITRAMEDIA)

Sekretaris Jendral Komisi Nasional Perlindungan Anak Jawa Timur, Jaka Prima, SH., MH., M. Pd. , saat diwawancarai wartawan. (MITRAMEDIA)

JOMBANG – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur bereaksi keras atas insiden keracunan massal yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Kamis (5/3/2026) lalu.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Komnas PA Jawa Timur, Jaka Prima, mendesak pemerintah daerah segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Jombang.

Langkah ini dipicu oleh temuan lapangan yang menunjukkan beberapa SPPG di Jombang diduga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaka mempertanyakan legalitas dan standarisasi klinis operasional penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

“Kami mempertanyakan keseriusan SPPG dalam melayani anak-anak. Jangan sampai para santri dijadikan kelinci percobaan tanpa mempertimbangkan keamanan dan kesehatan pangan. Kami menuntut audit total mencakup kelayakan dapur, asal-usul bahan, hingga proses distribusi,” tegas Jaka saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Ia juga meminta pemerintah daerah, BGN hingga aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi pemberhentian total bagi SPPG yang terbukti lalai atau sengaja mengabaikan syarat operasional. Artinya, aoabila ada celah pidana maka pihak SPPG harus menerima sanksi sesuai undang-undang.

Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis (5/3/2026) saat waktu berbuka puasa. Sedikitnya 40 santri yang terdiri dari 30 santri putri dan 10 santri putra jenjang SMP/SMA mengalami gejala akut berupa mual, muntah, hingga pingsan sesaat setelah menyantap hidangan.

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam, menjelaskan bahwa santri mengonsumsi kombinasi menu internal (nasi rawon) dan paket MBG dari SPPG Desa Betek yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.

Baca Juga  Arogansi PT SMART, Lahan Warga Diacak-acak, 10 Orang Luka

“Gejala muncul sangat cepat, bahkan sebelum proses makan selesai. Awalnya saya kira maag biasa, tapi jumlah korban terus bertambah hingga ada yang pingsan,” ungkap Adam.

Seluruh korban segera dievakuasi menggunakan ambulans ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung.

Kecurigaan kuat mengarah pada telur asin yang disuplai oleh SPPG. Berdasarkan observasi pihak pesantren, santri yang hanya mengonsumsi nasi rawon olahan ponpes tidak mengalami gejala apa pun.

“Indikasinya ada pada telur asin. Santri yang muntah mengeluarkan materi telur asin, sementara yang tidak makan telur tersebut kondisinya bugar,” tambah Adam.

Data medis mencatat dari 84 populasi santri di asrama, hampir separuhnya harus mendapatkan perawatan intensif. Hingga Jumat (6/3/2026) kemarin, sebagian besar santri telah stabil.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah sampel, termasuk sisa makanan dan sampel muntahan korban.

Meskipun rapid test awal tidak menunjukkan kandungan zat kimia berbahaya seperti sianida atau arsenik, Dinkes Jombang kini fokus pada uji mikrobiologi di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jawa Timur di Surabaya.

“Kami memerlukan uji kultur bakteri untuk memastikan sumber kontaminasi. Proses laboratorium ini diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari hingga hasil valid keluar,” jelas Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Dana Ratusan Juta, Istri Kades Sawiji Jombang Dilaporkan ke Polisi
Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK
Polisi di Jombang Cek Ketersediaan LPG Subsidi
Arogansi PT SMART, Lahan Warga Diacak-acak, 10 Orang Luka
Kejari Jombang Bongkar Korupsi Perbankan, Mantri BRI Dijebloskan ke Penjara
Niat Silaturahmi, Seorang Warga di Jombang Malah Dihajar Hingga Kepala Bocor
Rumah di Diwek Jombang Disiram Air Tinja, Pemilik Lapor Polisi
Ledakan Tabung LPG Diduga Terjadi di Gudang Ilegal Jombang, Satu Orang Tewas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 05:24 WIB

Diduga Gelapkan Dana Ratusan Juta, Istri Kades Sawiji Jombang Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:41 WIB

Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK

Jumat, 10 April 2026 - 16:34 WIB

Polisi di Jombang Cek Ketersediaan LPG Subsidi

Kamis, 9 April 2026 - 11:34 WIB

Arogansi PT SMART, Lahan Warga Diacak-acak, 10 Orang Luka

Rabu, 8 April 2026 - 05:51 WIB

Kejari Jombang Bongkar Korupsi Perbankan, Mantri BRI Dijebloskan ke Penjara

Berita Terbaru

Hukum

Polisi di Jombang Cek Ketersediaan LPG Subsidi

Jumat, 10 Apr 2026 - 16:34 WIB