Arogansi PT SMART, Lahan Warga Diacak-acak, 10 Orang Luka

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik agraria di wilayah Padang Halaban.

Konflik agraria di wilayah Padang Halaban.

MEDAN – Konflik agraria di wilayah Padang Halaban kembali memanas. Ratusan massa yang diduga merupakan buruh dan personel pengamanan (security) PT SMART Tbk dilaporkan melakukan tindakan kekerasan serta pengrusakan terhadap aset milik warga di lahan seluas 83 hektare pada Sabtu (4/4/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 warga mengalami luka-luka serius dan dua orang lainnya dilaporkan hilang, diduga dibawa paksa oleh pihak perkebunan.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Padang Halaban, lebih dari 200 orang yang mengatasnamakan pihak PT SMART memasuki lahan yang selama ini dikelola warga. Massa dilaporkan menghancurkan pondok-pondok kayu milik warga dan menjarah material bangunan di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya warga untuk mempertahankan aset berujung pada bentrokan fisik. Saksi mata menyebutkan bahwa pihak keamanan dan buruh perusahaan melakukan tindakan represif berupa pemukulan, penendangan, hingga penginjakan terhadap warga secara bersama-sama.

“Setidaknya 10 warga mengalami luka fisik pada bagian mata, lengan, dan kaki. Selain itu, ada dugaan praktik penculikan terhadap dua warga bernama Heri Prantoko dan Bani Kumala yang hingga kini belum diketahui keberadaannya,” ujar Suwardi, S.H., perwakilan Aliansi Masyarakat Sipil dalam keterangannya di Medan.

Konflik ini dipicu oleh sengketa status lahan. Aliansi Masyarakat Sipil menduga kuat bahwa aktivitas perkebunan oleh PT SMART dilakukan di atas lahan yang izin Hak Guna Usaha (HGU)-nya telah berakhir dan belum diperpanjang. Jika terbukti, tindakan perusahaan tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Perkebunan sekaligus mengabaikan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam menjalankan praktik bisnis.

Baca Juga  Polisi di Jombang Cek Ketersediaan LPG Subsidi

Menyikapi eskalasi kekerasan tersebut, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Padang Halaban mengeluarkan lima poin tuntutan.

Pertama kepada pemerintah pusat, mereka meminta segera menyelesaikan konflik lahan dengan memberikan kepastian status hak milik kepada warga Padang Halaban.

Kedua, mereka meminta Kementerian HAM untuk melakukan audit HAM terhadap PT SMART dan memastikan penghentian segala bentuk kekerasan di lapangan.

Ketiga, meminta Komnas HAM turun ke lapangan untuk melakukan monitoring serta investigasi mendalam atas dugaan pelanggaran HAM berat.

Meminta Kementerian ATR/BPN untuk encabut seluruh izin operasional PT SMART yang dinilai telah melanggar hukum dan melakukan tindakan represif.

Dan yang terakhir mereka meminta Kepolisian RI untuk melakukan proses hukum secara transparan terhadap pelaku pengrusakan dan penganiayaan, baik dari unsur buruh maupun pihak keamanan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan masih mencekam. Kekerasan dikhawatirkan akan terus berlanjut jika tidak ada intervensi segera dari pihak berwenang.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak PT SMART terkait tuduhan kekerasan dan status HGU lahan tersebut.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Depresi Akibat Cerai, Pria di Jombang Putar Sound Horeg Tengah Malam dan Mengamuk
Polisi Mitra Petani, Personel Polsek Wonosalam Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung
Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu
Mirip Film Pesta Babi: Hutan Jombang Diacak-acak Oknum Pengusaha untuk Ditanami Tebu
Bawa Ratusan Bukti, Dugaan Pungli Kopertais IV Jatim Resmi Dilaporkan ke KPK dan Kejagung
Rekam Jejak Spesialis Ganjal ATM Asal Lampung: Bobol 25 Lokasi, Kuras Rp139 Juta Milik Warga Serang
Berboncengan Tiga dan Tabrak Truk, Tiga Santri Ponpes Darul Ulum Jombang Tewas
Sosok Rahardian Firmansyah, Kades Muda yang Rumahnya Digeledah Polisi Atas Dugaan Korupsi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:57 WIB

Depresi Akibat Cerai, Pria di Jombang Putar Sound Horeg Tengah Malam dan Mengamuk

Senin, 25 Mei 2026 - 11:48 WIB

Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:31 WIB

Mirip Film Pesta Babi: Hutan Jombang Diacak-acak Oknum Pengusaha untuk Ditanami Tebu

Senin, 18 Mei 2026 - 12:28 WIB

Bawa Ratusan Bukti, Dugaan Pungli Kopertais IV Jatim Resmi Dilaporkan ke KPK dan Kejagung

Senin, 18 Mei 2026 - 07:48 WIB

Rekam Jejak Spesialis Ganjal ATM Asal Lampung: Bobol 25 Lokasi, Kuras Rp139 Juta Milik Warga Serang

Berita Terbaru