JOMBANG — Situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang diduga telah dibobol oleh peretas.
Peretas tersebut mengklaim telah membocorkan data dari Bapenda Jombang, Jawa Timur. Data tersebut diduga berasal dari situs resmi bapenda.jombangkab.go.id.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa sekitar 100.000 data periode 2025–2026 telah bocor di dark web dalam format berkas CSV.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun isi data yang diklaim peretas tersebut berupa nama lengkap, nomor telepon warga, riwayat layanan pajak dan administrasi, status permohonan dan jenis aplikasi, lokasi (desa/kecamatan), serta catatan internal (nama petugas dan waktu pengerjaan).
“A threat actor claims to have leaked data from Jombang Regional Revenue Agency (http://Dataset ini bocor ke situs web bapenda.jombangkab.go.id di Jawa Timur, Indonesia. Dataset ini dilaporkan berisi sekitar 100.000 catatan (2025–2026) dalam format CSV. Data yang bocor meliputi: Nama warga, Nomor telepon, Detail permintaan layanan (proses pajak/administrasi), Jenis aplikasi dan status pemrosesan, Data lokasi (tingkat desa/kecamatan), Metadata penanganan internal (petugas entri, garis waktu, catatan). Sistem ini tampaknya mengelola permintaan layanan publik dan terkait pajak, sehingga data tersebut sangat sensitif bagi warga dan operasi pemerintah,” tulis akun media sosial X bernama @DailyDarkWeb.
Berdasarkan keterangan dari akun media sosial X @DailyDarkWeb, pengunggah memberikan catatan tambahan.
“Status: Belum terverifikasi (informasi bersumber dari forum gelap/underground). Risiko: Data sensitif ini rawan disalahgunakan untuk penipuan telepon, pemalsuan identitas, hingga manipulasi sistem layanan pemerintah,” tulis akun @DailyDarkWeb yang diunggah pada (27/4/2026) pukul 07:11 WIB.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Bapenda Jombang, Sholahudin Hadi Sucipto, belum dapat dikonfirmasi.















