Terjadi Lagi, Dugaan Kriminalisasi Guru di Jombang yang Diberhentikan Sepihak

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharu Suwandono saat ditemui wartawan. (ISTIMEWA)

Dharu Suwandono saat ditemui wartawan. (ISTIMEWA)

JOMBANG – Belum usai kasus pemberhentian guru berinisial S di Jombang, kini dunia pendidikan di Kota Santri kembali dihangatkan dengan dugaan kasus pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Dharu Suwandono, seorang guru olahraga di SD Negeri Jombatan 6.

Dharu mengaku diberhentikan dengan tuduhan akumulasi tidak masuk kerja selama 177 hari, meski ia membantah keras tuduhan tersebut.

Dharu, yang telah mengabdi di Jombang sejak 2009, menduga kuat bahwa pemberhentian dirinya merupakan buntut dari laporannya ke pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh oknum pegawai di Dinas Pendidikan setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan SK Pemberhentian yang diterimanya, Dharu dinyatakan melanggar ketentuan jam kerja dengan akumulasi absen sebanyak 177 hari. Namun, Dharu menegaskan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas mengajar di lapangan.

“Faktanya saya masuk. Murid, rekan guru, dan penjaga sekolah tahu saya mengajar. Terkait fingerprint, memang sempat ada kendala teknis pada mesin di tahun 2024 yang tidak mendeteksi data saya. Saya sudah berkoordinasi dan beralih ke absensi manual, namun tampaknya absensi manual ini tidak diakui oleh dinas,” ujar Dharu saat ditemui.

Ia juga menyayangkan tidak adanya prosedur peringatan bertahap sebelum sanksi berat dijatuhkan.

“Saya tidak pernah menerima peringatan tertulis atau sanksi penurunan pangkat sebelumnya. Tiba-tiba langsung muncul SK pemberhentian dengan akumulasi 177 hari,” tambahnya.

Dugaan Manipulasi Data Dapodik

Dharu mengungkapkan, persoalan bermula saat ia menemukan adanya perubahan data elektronik pada akun Dapodik miliknya. Data tahun sertifikasi pendidik (NRG) miliknya diduga diubah oleh oknum pegawai internal dinas dari tahun 2016 menjadi 2017.

Baca Juga  SD Plus Darul Ulum Jombang Salurkan 335 Paket Zakat Fitrah dan Ratusan Takjil

Perubahan data yang disebut pihak dinas sebagai residu sistem atau eror tersebut berdampak fatal.

Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau sertifikasi miliknya dan sang istri tidak cair sejak Juli hingga Desember, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp40 juta.

“Saya menduga ada penyalahgunaan wewenang. Data saya diubah sehingga statusnya menjadi tidak valid. Ketika saya adukan secara resmi ke kepala dinas, tidak ada tanggapan berarti, sehingga saya memutuskan melapor ke polisi,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Jombang tersebut.

Terkait nasib profesinya, Dharu tidak tinggal diam. Ia kini tengah menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding administratif ke Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN).

Ia melampirkan sejumlah bukti pendukung, termasuk Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun 2025 yang menunjukkan nilai kedisiplinan yang baik.

“Saya tetap lanjut (proses hukum). Ini bukan hanya soal saya, tapi soal martabat profesi guru. Jika ada itikad baik sejak awal, mungkin ceritanya berbeda. Namun hingga kini, proses penyelidikan di kepolisian pun terasa mandek,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang maupun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum memberikan keterangan resmi terkait status kepegawaian dan alasan detail di balik pemberhentian Dharu Suwandono.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Jombang Hapus Mulok Diniyah, Bukti Kemunduran Pendidikan Agama Rezim Warsubi
PDI Perjuangan dan Dewan Pendidikan Dobrak Kebuntuan, Tangis Haru Warnai Pembebasan Ijazah di Gadingmangu
Konfercab ke-31 HMI Jombang: Alumni Desak Revitalisasi Nalar Kritis dan Produktivitas Kader
Aduan Penahanan Ijazah YPBU Gadingmangu Terus Meluas, Dua Wali Murid Susul Melapor
Ijazah Anaknya Ditahan, Sejumlah Wali Murid YPBU Gadingmangu Wadul Dewan Pendidikan
Potret SDN Jipurapah 2 di Tengah Prahara Pemecatan Guru ASN
Kesaksian Mantan Murid Yogie Susilo: Bantah Tuduhan Gurunya Sering Tak Masuk Ngajar
Pemkab Terkesan Kejam, Ini Sederet Fakta Kasus Pemecatan Guru di Kota Santri

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:43 WIB

Pemkab Jombang Hapus Mulok Diniyah, Bukti Kemunduran Pendidikan Agama Rezim Warsubi

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:29 WIB

PDI Perjuangan dan Dewan Pendidikan Dobrak Kebuntuan, Tangis Haru Warnai Pembebasan Ijazah di Gadingmangu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:03 WIB

Konfercab ke-31 HMI Jombang: Alumni Desak Revitalisasi Nalar Kritis dan Produktivitas Kader

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:56 WIB

Aduan Penahanan Ijazah YPBU Gadingmangu Terus Meluas, Dua Wali Murid Susul Melapor

Senin, 18 Mei 2026 - 17:29 WIB

Ijazah Anaknya Ditahan, Sejumlah Wali Murid YPBU Gadingmangu Wadul Dewan Pendidikan

Berita Terbaru