Mantan Dewan Pengawas KPK Datangi Jombang, Ada Apa?

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo (kiri) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah (tengah) dan Mantan Dewan Pengawas KPK, Prof. Dr. Hardjono. (Dok MITRAMEDIA.CO)

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo (kiri) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Sumrambah (tengah) dan Mantan Dewan Pengawas KPK, Prof. Dr. Hardjono. (Dok MITRAMEDIA.CO)

JOMBANG – Di tengah merosotnya indeks persepsi publik terhadap independensi institusi penegak hukum, eksistensi lembaga negara kini berada di bawah mikroskop kritik. Mantan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Hakim Mahkamah Konstitusi dua periode, Prof. Dr. Hardjono, dihadirkan secara khusus ke Jombang, Jawa Timur untuk membedah anatomi kerusakan sistem hukum dan demokrasi di Indonesia.

Kehadiran tokoh hukum nasional tersebut dalam diskusi kebangsaan bertajuk “Melihat Indonesia” di Aula DPC PDI Perjuangan Jombang, Sabtu (31/1/2026), menjadi momentum penting untuk berdiskusi soal fenomena “penyakit” penegakan hukum yang dinilai kian sistematis.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menegaskan bahwa kehadiran Prof. Hardjono bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya provokasi intelektual untuk menyingkap fakta objektif yang sering kali terdistorsi oleh narasi kekuasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang berada pada persimpangan jalan yang membahayakan cita-cita proklamasi.

“Kita perlu membedah fakta secara jernih. Ada langkah strategis yang harus ditentukan agar keadilan sosial tidak sekadar menjadi slogan kosong di tengah pengikisan nilai-nilai nasionalisme oleh kepentingan pragmatis,” ujar Mantan Wakil Bupati Jombang tersebut.

Baca Juga  Krisis Elpiji Subsidi di Jombang, Warga Berburu hingga Luar Kecamatan, UMKM Terancam Bangkrut

Sumrambah juga melontarkan kritik terhadap adanya resistensi sistematis dari kelompok tertentu yang berupaya membelokkan arah demokrasi demi agenda faksional.

Ia memperingatkan bahwa kondisi domestik saat ini cenderung menjadi “predatorik,” di mana faksionalisme di internal kaum nasionalis dapat menjadi pintu masuk bagi runtuhnya kedaulatan NKRI.

Diskusi yang diikuti oleh ratusan kader dan aktivis mahasiswa GMNI tersebut memanas saat memasuki isu integritas lembaga negara. Prof. Hardjono, dengan latar belakangnya sebagai eks Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), memberikan refleksi mendalam mengenai rontoknya independensi institusi hukum.

Ia menggarisbawahi bahwa penguatan kode etik bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan benteng terakhir martabat bangsa. Tanpa independensi yang absolut, institusi hukum hanya akan menjadi alat politik yang memperparah degradasi demokrasi.

Langkah DPC PDI Perjuangan Jombang menghadirkan eks Dewas KPK ini sebagai strategi pengawalan arah demokrasi dari tingkat akar rumput. Ini merupakan upaya partai untuk memosisikan diri sebagai pengontrol jalannya kekuasaan melalui dialektika berkelanjutan.

Agenda ini diproyeksikan menjadi pemantik gerakan intelektual di daerah untuk tetap kritis terhadap kebijakan pusat, terutama yang berkaitan dengan pelemahan institusi antirasuah dan lembaga peradilan.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putar Film Pesta Babi: Gugatan dari Jombang atas Marjinalisasi Papua
Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai
Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data
Akar Sejarah FKAJ: Ikhtiar Kasful Hidayat Membangun Rumah Bersama bagi Pengacara
Syarahuddin Terpilih sebagai Ketua FKAJ, Gaungkan Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin
Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali
Krisis Elpiji Subsidi di Jombang, Warga Berburu hingga Luar Kecamatan, UMKM Terancam Bangkrut
Madas Jatim Kawal Pemeriksaan Hj. Her di KPK, Tegaskan Tolak Segala Bentuk Kriminalisasi

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:44 WIB

Putar Film Pesta Babi: Gugatan dari Jombang atas Marjinalisasi Papua

Rabu, 29 April 2026 - 06:45 WIB

Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai

Selasa, 28 April 2026 - 12:35 WIB

Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data

Minggu, 26 April 2026 - 18:36 WIB

Akar Sejarah FKAJ: Ikhtiar Kasful Hidayat Membangun Rumah Bersama bagi Pengacara

Minggu, 26 April 2026 - 16:15 WIB

Syarahuddin Terpilih sebagai Ketua FKAJ, Gaungkan Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin

Berita Terbaru

Dharu Suwandono (kiri) dan Yogi saat mengantar surat permohonan hearing di Kantor DPRD Jombang. (ISTIMEWA)

Pemerintahan

DPRD Bakal Bedah Skandal Kasus Pemecatan Dua Guru di Jombang

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:57 WIB