Niatnya Jadi Sekolah Adiwiyata, Kandang Bebek SDN Losari Jombang Malah Diprotes Warga

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kandang bebek milik SD Negeri Losari yang dikeluhkan warga. (Istimewa)

Kondisi kandang bebek milik SD Negeri Losari yang dikeluhkan warga. (Istimewa)

JOMBANG – Aroma tidak sedap yang bersumber dari area SDN Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, memicu keluhan dari warga sekitar. Bau menyengat yang diduga berasal dari kandang bebek milik sekolah tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama saat sore hingga malam hari.

Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan terakhir.

Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Anita Sari Anggraini (31). Rumah Anita yang terletak tepat di belakang area sekolah membuatnya harus menghirup bau kotoran bebek tersebut setiap hari. Menurutnya, bau akan menjadi jauh lebih tajam saat cuaca sedang lembap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baunya itu bau kotoran bebek yang sangat menyengat. Apalagi kalau cuaca lembap, pagi, menjelang sore, bahkan malam hari lebih terasa. Saat maghrib sampai malam itu paling menyengat,” ujar Anita, Jumat (17/7/2026).

Anita menambahkan, situasi ini sangat mengkhawatirkan karena di lingkungan sekitar pemukiman tersebut banyak dihuni oleh anak-anak dan bayi.

“Di sini banyak anak kecil, ada bayi juga. Kalau malam semua pintu dan jendela harus ditutup rapat agar baunya tidak masuk ke dalam rumah,” keluhnya.

Ia mengaku baru saja melaporkan masalah ini ke pemerintah desa setempat dengan harapan ada jalan keluar terbaik bagi warga maupun sekolah. Namun, ia menyarankan agar kandang tersebut sebaiknya dipindahkan.

“Kalau bisa ya dipindah. Menurut saya, peternakan bebek seharusnya tidak berada dekat permukiman warga. Mau diberi saluran irigasi atau penanganan seperti apa pun, baunya akan tetap ada,” terang Anita.

Merespons keluhan tersebut, Kepala SDN Losari, Nasir, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa keberadaan kandang berisi sekitar 50 ekor bebek itu merupakan bagian dari program edukasi lingkungan hidup, yakni Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Baca Juga  GP Ansor Bangil Pertanyakan Dasar Hukum KPK Tetapkan Gus Yaqut Sebagai Tersangka

Tahun lalu, SDN Losari telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Kini, sekolah sedang mengikuti penilaian tingkat Mandiri dengan fokus pada program Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan kewirausahaan.

“Kami mengelola bebek ini sebagai media pembelajaran siswa kelas IV, V, dan VI. Mereka belajar cara memberi makan, mengambil telur, mencuci, hingga mengolahnya menjadi telur asin. Hasilnya pun dinikmati kembali oleh anak-anak,” jelas Nasir.

Nasir juga membantah rumor bahwa peternakan ini ditujukan untuk kepentingan bisnis atau menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini murni untuk pembelajaran praktik anak-anak, bukan untuk stok MBG atau tujuan komersial,” tegasnya.

Untuk perawatannya sendiri, siswa melakukan piket harian dengan didampingi guru serta penjaga sekolah. Selain pakan pabrikan (konsentrat), sisa makanan bersih dari program MBG juga dimanfaatkan sebagai pakan tambahan agar tidak terbuang sia-sia.

Pihak SDN Losari menyatakan sangat terbuka terhadap kritik dari warga. Nasir berjanji akan segera mengambil tindakan nyata untuk menekan aroma tidak sedap dari kandang bebek tersebut tanpa harus menghentikan proses belajar siswa.

“Kami siap menyelesaikan masalah ini. Keluhan warga kami jadikan tantangan untuk berbenah. Kami akan mencari cara dan menerapkan teknik beternak modern yang bisa mengurangi bau secara signifikan. Memang bau peternakan tidak bisa hilang total, tapi kami berkomitmen untuk meminimalkannya agar warga sekitar kembali nyaman,” pungkas Nasir.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potret Ketidakbecusan Pemkab Jombang yang Terkesan Membiarkan 1.286 Rakyatnya di-PHK
Akses Jembatan Mulai Digarap, Pembangunan Grha Cak Nur Jombang Resmi Dimulai
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Jalan Ambles, Aktivitas Warga di Utara Brantas Jombang Lumpuh
Sungai Afvoer Watudakon Meluap Lagi, Bukti Kegagalan Tata Kelola Air di Jombang
Warga Pojokklitih Jombang Keluhkan Banjir Langganan yang Tanpa Solusi
Diterjang Angin, Material Gedung Rawat Inap RSUD Ploso Ambrol Timpa Kendaraan Pasien
Malam Takbiran Berdarah di Jombang, Ledakan Mercon Hancurkan Tubuh Tiga Pelajar, Korban Kritis

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:32 WIB

Potret Ketidakbecusan Pemkab Jombang yang Terkesan Membiarkan 1.286 Rakyatnya di-PHK

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:11 WIB

Niatnya Jadi Sekolah Adiwiyata, Kandang Bebek SDN Losari Jombang Malah Diprotes Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:27 WIB

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:07 WIB

Jalan Ambles, Aktivitas Warga di Utara Brantas Jombang Lumpuh

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:44 WIB

Sungai Afvoer Watudakon Meluap Lagi, Bukti Kegagalan Tata Kelola Air di Jombang

Berita Terbaru