KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026: Awal Sinergi Pengabdian di Desa Bulugunung

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026 di Desa Bulugunung. (ISTIMEWA)

KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026 di Desa Bulugunung. (ISTIMEWA)

MAGETAN – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 antara Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka di Balai Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum dimulainya kolaborasi antar mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan pembangunan desa.

Pembukaan KKN berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, serta mahasiswa peserta KKN dari Universitas Trunodjoyo Madura dan Universitas Gadjah Mada. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Bulugunung. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan di berbagai sektor, seperti pendidikan, lingkungan, pertanian, hingga penguatan potensi desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bulugunung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bulugunung sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun ini.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari Universitas Trunodjoyo Madura dan Universitas Gadjah Mada. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN-K1 UTM 2026, Febrian Prasetyo menyampaikan bahwa KKN Kolaboratif merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat.

Baca Juga  SD Plus Darul Ulum Jombang Salurkan 335 Paket Zakat Fitrah dan Ratusan Takjil

“Kami datang ke sini bukan dengan anggapan bahwa kami lebih tahu atau membawa solusi untuk semua persoalan desa. Justru sebaliknya, kami datang untuk belajar. Kami percaya bahwa masyarakat Desa Bulugunung sudah memiliki banyak pengalaman, pengetahuan, dan cara-cara yang selama ini membuat desa ini tetap berkembang. Tugas kami adalah ikut membantu, mendukung, dan belajar bersama. Kami juga menyadari bahwa keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan atau ramainya dokumentasi di media sosial. Yang jauh lebih penting adalah apakah program yang kami lakukan benar-benar bermanfaat, meskipun sederhana, dan bisa terus dirasakan setelah kami kembali ke kampus. Kami datang bukan untuk mengubah desa dalam waktu singkat, tetapi kami berharap pulang dengan membawa banyak pelajaran dari desa ini, dan meninggalkan sedikit manfaat yang bisa terus tumbuh.” berkelanjutan,” jelas Koordinator Desa KKN-K1 UTM.

Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, pelaksanaan KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Bulugunung sekaligus menjadi model sinergi antarinstitusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN 13 UTM Sukses Terapkan Ekosistem QRIS di 6 Dusun Desa Cenlecen
Pemkab Jombang Hapus Mulok Diniyah, Bukti Kemunduran Pendidikan Agama Rezim Warsubi
PDI Perjuangan dan Dewan Pendidikan Dobrak Kebuntuan, Tangis Haru Warnai Pembebasan Ijazah di Gadingmangu
Konfercab ke-31 HMI Jombang: Alumni Desak Revitalisasi Nalar Kritis dan Produktivitas Kader
Aduan Penahanan Ijazah YPBU Gadingmangu Terus Meluas, Dua Wali Murid Susul Melapor
Ijazah Anaknya Ditahan, Sejumlah Wali Murid YPBU Gadingmangu Wadul Dewan Pendidikan
Potret SDN Jipurapah 2 di Tengah Prahara Pemecatan Guru ASN
Kesaksian Mantan Murid Yogie Susilo: Bantah Tuduhan Gurunya Sering Tak Masuk Ngajar

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:43 WIB

Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN 13 UTM Sukses Terapkan Ekosistem QRIS di 6 Dusun Desa Cenlecen

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026: Awal Sinergi Pengabdian di Desa Bulugunung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:43 WIB

Pemkab Jombang Hapus Mulok Diniyah, Bukti Kemunduran Pendidikan Agama Rezim Warsubi

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:29 WIB

PDI Perjuangan dan Dewan Pendidikan Dobrak Kebuntuan, Tangis Haru Warnai Pembebasan Ijazah di Gadingmangu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:03 WIB

Konfercab ke-31 HMI Jombang: Alumni Desak Revitalisasi Nalar Kritis dan Produktivitas Kader

Berita Terbaru