Dua Anaknya Diangkat Jadi Pegawai di RSUD, Direktur Sebut Semua Masyarakat Boleh

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Pudji Umbaran.

dr. Pudji Umbaran.

JOMBANG – Aroma nepotisme menyeruak di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.

Kabar mengenai pengangkatan dua anak kandung Direktur RSUD Jombang sebagai pegawai di rumah sakit pelat merah tersebut hingga kini terus menjadi bahan rasan-rasan.

Praktik ini memicu diskursus mengenai profesionalisme dan transparansi tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di instansi pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari internal rumah sakit, identitas kedua anak direktur tersebut telah menjadi rahasia umum di kalangan staf.

Keduanya diketahui berinisial MHFA, seorang laki-laki yang akrab disapa F, dan NA, seorang perempuan yang akrab disapa N.

Seorang narasumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa keberadaan kedua anak pimpinan rumah sakit tersebut di jajaran pegawai telah berlangsung cukup lama dan memicu kegaduhan terselubung di antara karyawan lainnya.

“Ada dua anaknya yang masuk. Sudah ramai diperbincangkan di lingkungan kerja. Inisialnya MHFA atau F, dan satunya lagi NA atau N,” ujar sumber tersebut kepada awak media.

Baca Juga  Dinkes Jombang Lamban? Kepastian Penyebab Keracunan Puluhan Santri Tunggu Uji Lab 10 Hari

Informasi ini memunculkan kecurigaan adanya perlakuan khusus atau jalur istimewa dalam proses rekrutmen, mengingat RSUD Jombang merupakan institusi publik yang berada di bawah naungan pemerintah daerah.

Menanggapi tudingan miring tersebut, Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, tidak menampik status kepegawaian individu yang dimaksud.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara untuk mengabdi di rumah sakit yang ia pimpin.

Dalam keterangannya, dr. Pudji menekankan bahwa parameter utama dalam penerimaan pegawai adalah kapasitas profesional, bukan latar belakang keluarga.

Ia mengatakan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk melamar dan bekerja di RSUD Jombang.

“Semua masyarakat boleh bekerja di RSUD Jombang. Sepanjang memiliki kompetensi yang sesuai untuk peningkatan kinerja pelayanan di RSUD Jombang,” kata dr. Pudji saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali
Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan
Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak
Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang
Kasus Pneumonia di Jombang Meningkat, 176 Pasien Dirawat dan 38 Meninggal Dunia
Dinkes Jombang Lamban? Kepastian Penyebab Keracunan Puluhan Santri Tunggu Uji Lab 10 Hari
Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Direktur Baru, Pelayanan RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:38 WIB

Dua Anaknya Diangkat Jadi Pegawai di RSUD, Direktur Sebut Semua Masyarakat Boleh

Minggu, 19 April 2026 - 07:39 WIB

Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali

Jumat, 17 April 2026 - 11:26 WIB

Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan

Rabu, 15 April 2026 - 15:45 WIB

Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:06 WIB

Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang

Berita Terbaru