Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelayanan Kantor BPJS Kesehatan. (ISTIMEWA)

Pelayanan Kantor BPJS Kesehatan. (ISTIMEWA)

MITRAMEDIA.CO – BPJS Kesehatan resmi mengonfirmasi penonaktifan sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang mulai berlaku efektif per 1 Februari 2026.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari validasi data rutin untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizzky menjelaskan bahwa meski terdapat penonaktifan, total kuota nasional peserta PBI JK tidak mengalami perubahan.

“Terjadi penyesuaian di mana peserta yang dinonaktifkan langsung digantikan oleh peserta baru. Kementerian Sosial melakukan pembaruan data secara berkala agar distribusi bantuan iuran ini benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizzky, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (5/2/2026).

Peserta yang terdampak penonaktifan tetap memiliki peluang untuk mengaktifkan kembali status kepesertaannya (reaktivasi) melalui prosedur resmi, sepanjang memenuhi kriteria berikut:

Baca Juga  Direktur Baru, Pelayanan RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan

1. Terdaftar dalam daftar peserta PBI JK yang dinonaktifkan pada Januari 2026.
2. Terverifikasi secara faktual sebagai masyarakat miskin atau rentan miskin.
3. Memiliki kondisi medis darurat atau mengidap penyakit kronis yang mengancam jiwa.

Prosedur Reaktivasi:

1. Peserta melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan.
2. Dinas Sosial mengusulkan nama peserta ke Kementerian Sosial untuk diverifikasi.
3. Jika lolos verifikasi, BPJS Kesehatan akan segera mengaktifkan kembali status kepesertaan untuk menjamin akses layanan kesehatan.

Guna menghindari kendala administrasi saat kondisi darurat, masyarakat diimbau untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi:

WhatsApp (PANDAWA): 08118165165
BPJS Kesehatan Care Center: 165
Aplikasi: Mobile JKN
Layanan On-site: Kantor Cabang terdekat atau petugas BPJS SATU! di rumah sakit.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengecek status kepesertaan selagi sehat. Jangan sampai terkendala saat membutuhkan penanganan medis mendadak,” pungkas Rizzky.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Anaknya Diangkat Jadi Pegawai di RSUD, Direktur Sebut Semua Masyarakat Boleh
Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali
Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan
Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak
Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang
Kasus Pneumonia di Jombang Meningkat, 176 Pasien Dirawat dan 38 Meninggal Dunia
Dinkes Jombang Lamban? Kepastian Penyebab Keracunan Puluhan Santri Tunggu Uji Lab 10 Hari
Direktur Baru, Pelayanan RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:38 WIB

Dua Anaknya Diangkat Jadi Pegawai di RSUD, Direktur Sebut Semua Masyarakat Boleh

Minggu, 19 April 2026 - 07:39 WIB

Dugaan Nepotisme Tumbuh Subur di Tubuh RSUD, DPRD Terkesan Tak Punya Nyali

Jumat, 17 April 2026 - 11:26 WIB

Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan

Rabu, 15 April 2026 - 15:45 WIB

Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:06 WIB

Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang

Berita Terbaru

Dharu Suwandono (kiri) dan Yogi saat mengantar surat permohonan hearing di Kantor DPRD Jombang. (ISTIMEWA)

Pemerintahan

DPRD Bakal Bedah Skandal Kasus Pemecatan Dua Guru di Jombang

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:57 WIB