JOMBANG – Tren kasus pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut di RSUD Jombang masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan hingga pertengahan Maret 2026. Tercatat, sebanyak 176 pasien telah menjalani perawatan, dengan 38 orang di antaranya meninggal dunia.
Angka ini merupakan kelanjutan dari lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025, di mana RSUD Jombang menangani sedikitnya 1.279 kasus pneumonia dengan angka kematian mencapai 138 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini tidak terlepas dari pengaruh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang belakangan ini.
“Kondisi cuaca hidrometeorologi yang tidak menentu sangat berpengaruh. Saat hujan deras turun, daya tahan tubuh masyarakat ikut menurun. Dampaknya terlihat jelas pada meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan, khususnya pneumonia,” jelas dr. Pudji, Sabtu (14/3/2026).
Saat ini, RSUD Jombang masih merawat 18 pasien pneumonia. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di ICU central.
Balita Jadi Kelompok Paling Rentan
Menurut Pudji, balita menjadi kelompok usia paling rentan mengalami kondisi berat akibat pneumonia. Hal ini berkaitan dengan anatomi saluran pernapasan mereka yang lebih pendek dan sempit dibandingkan orang dewasa.
“Kegawatan banyak terjadi pada balita karena saluran napas mereka pendek dan sempit. Ketika terjadi pembengkakan, kondisinya bisa sangat serius. Berbeda dengan orang dewasa yang saluran napasnya lebih panjang dan besar, sehingga pembengkakan tidak terlalu berdampak berat,” terangnya.
Fasilitas Khusus Anak Disiapkan
Menyikapi tingginya kasus pneumonia pada anak, RSUD Jombang telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, terutama di ruang ICU anak. Rumah sakit menyiagakan enam unit ventilator khusus anak untuk membantu penanganan pasien balita dengan kondisi berat.
“Kami siapkan fasilitas di ICU anak untuk bayi dan balita yang terdampak pneumonia. Alat-alat sudah tersedia, termasuk enam ventilator khusus anak,” tegas Pudji.
Waspadai Gejala Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, maupun jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi bisa terjadi akibat kombinasi virus dan bakteri yang memperparah kondisi pasien.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala pneumonia seperti batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, hingga nyeri dada. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker di tempat umum, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
“Ini kondisi yang harus kita berikan atensi cukup serius,” pungkas Pudji.
Penulis : Anang
Editor : Prastyo















