JOMBANG – Kinerja Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, disinyalir makan gaji buta.
Sebab, oknum pimpinan di dapur tersebut diduga jarang masuk dinas di SPPG selama masa libur semester sekolah, meski regulasi pusat mewajibkannya untuk tetap bertugas.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026, operasional penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) memang dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati dapur tidak memproduksi makanan, regulasi tersebut secara tegas mewajibkan Kepala SPPG, ahli gizi, dan staf administrasi keuangan untuk tetap masuk kerja guna melakukan pengawasan, evaluasi, serta menjaga kebersihan fasilitas dan tidak ada potongan gaji bagi mereka.
Dugaan pelanggaran ini mencuat dari informasi yang beredar di masyarakat. Bahkan pantauan di lokasi SPPG mengungkap fakta di lapangan Kepala SPPG tidak ada di lokasi pada jam kerja aktif.
Pantauan di lokasi SPPG, hanya ada orang yang mengaku security bernama Imam Muhlis dan satu orang petugas kebersihan yang sedang menyapu lantai.
Saat diwawancarai di lokasi petugas keamanan (security) SPPG, Imam Muhlis membenarkan bahwa tidak ada yang masuk ke kantor SPPG. Menurut pantauannya di lapangan, aktivitas kantor tampak libur selama masa libur semester.
“Kalau stafnya selama liburan ini kayaknya tidak masuk. Kemarin hanya bagian akuntansi yang sempat masuk selama 8 jam. Cuma untuk kepala (SPPG) sama yang lain, sampai saat ini belum pernah masuk sama sekali,” ungkap Imam saat ditemui wartawan.
Imam juga menambahkan bahwa ketidakhadiran sang pimpinan, Ina Alfianti, bukan hanya terjadi saat libur sekolah. Namun ia menyebut karena pernah jatuh kecelakaan.
Jarak rumah kepala SPPG dengan lokasi SPPG disebut cukup dekat, berkisar 1 kilometer dari kantor.
Praktis, selama beberapa hari terakhir, hanya petugas keamanan dan petugas kebersihan yang rutin bersiaga di fasilitas negara tersebut.
Sementara petugas ahli gizi berinisial F dan asisten kantor berinisial N juga tidak terlihat di lokasi.
Merespons hal tersebut, Kepala SPPG Perak, Ina Alfianti, langsung memberikan klarifikasi saat dihubungi oleh awak media.
Ia membantah jika dirinya dan staf disebut mangkir kerja atau makan gaji buta. Menurutnya, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan sistem piket bergiliran.
“Ini hari libur masalah apa ya, Pak? Karena kan satu minggu itu, hari ini pun kita mengadakan apel, gitu lho. Jadi saya dan seluruh staf saya itu kumpul. Jadi, digilir di setiap SPPG,” kilah Ina saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Sayangnya, saat disingging lebih lanjut mengenai lokasi pasti pelaksanaan apel dan titik kumpul para staf tersebut, mengingat kondisi kantor SPPG dalam keadaan kosong, Ina Alfianti tidak memberikan rincian lebih detail hingga sambungan komunikasi terputus.















