Ketua PCNU Jombang Usulkan Kriteria Calon Ketum PBNU Non-Pesantren, Ada Apa? 

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, atau Gus Fahmi. (Foto: ISTIMEWA)

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, atau Gus Fahmi. (Foto: ISTIMEWA)

JOMBANG – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), menekankan pentingnya integritas dalam perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang diproyeksikan berlangsung di Jawa Timur.

Gus Fahmi mendesak agar proses pemilihan kepengurusan besar tersebut steril dari praktik politik uang (money politics).

“Kami berharap Muktamar mendatang benar-benar menghasilkan pengurus yang bersih. Syarat utamanya adalah proses pemilihan tanpa suap-menyuap,” ujar Gus Fahmi saat dikonfirmasi pada Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain aspek integritas, Gus Fahmi juga menyinggung perlunya redefinisi kriteria calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Meskipun sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah menetapkan kriteria tertentu, ia mengusulkan agar bursa kepemimpinan dibuka bagi figur di luar kalangan pesantren atau kiai.

Baca Juga  Andik Basuki Kembali Nahkodai Golkar Jombang, DPD Jatim Minta Libatkan Anak Muda

Menurutnya, sejarah awal berdirinya NU memberikan legitimasi bagi kalangan profesional dan pengusaha untuk memimpin organisasi.

Ia merujuk pada sosok Haji Hasan Gipo, Ketua Umum pertama PBNU, yang merupakan seorang saudagar.

“Calon Ketua Umum tidak harus dari kalangan Gus atau Kiai. Jika ada pengusaha atau konglomerat yang bersedia membiayai dan menghidupi organisasi, itu akan sangat menarik agar NU bisa mandiri secara finansial,” tegasnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk mengubah pola pendanaan organisasi agar tidak lagi bergantung pada skema pengajuan proposal.

Hingga saat ini, sebanyak 13 nama telah muncul sebagai kandidat potensial menjelang Muktamar ke-35.

Gus Fahmi berharap pemimpin masa depan memiliki kapasitas modal yang kuat untuk menjamin independensi roda organisasi Nahdliyin.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Dukung Program SIINas, Bulog Cabang Mojokerto Menerima Penghargaan Dari Pemkab
Kepala SPPG di Jombang Tak Masuk Kantor Saat Libur Sekolah, Gaji Tetap Utuh
Pemerintah Pusat Otoriter, Mahasiswa Jombang Nekat Gelar Pesta Babi di Depan Pendopo Bupati
Putar Film Pesta Babi: Gugatan dari Jombang atas Marjinalisasi Papua
Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai
Situs Bapenda Jombang Diduga Dibobol, Peretas Klaim Kantongi Ratusan Ribu Data
Akar Sejarah FKAJ: Ikhtiar Kasful Hidayat Membangun Rumah Bersama bagi Pengacara
Syarahuddin Terpilih sebagai Ketua FKAJ, Gaungkan Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:20 WIB

Komitmen Dukung Program SIINas, Bulog Cabang Mojokerto Menerima Penghargaan Dari Pemkab

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kepala SPPG di Jombang Tak Masuk Kantor Saat Libur Sekolah, Gaji Tetap Utuh

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:19 WIB

Pemerintah Pusat Otoriter, Mahasiswa Jombang Nekat Gelar Pesta Babi di Depan Pendopo Bupati

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:44 WIB

Putar Film Pesta Babi: Gugatan dari Jombang atas Marjinalisasi Papua

Rabu, 29 April 2026 - 06:45 WIB

Jelang May Day 2026, Buruh Jawa Timur Siap Gelar Aksi Tertib dan Damai

Berita Terbaru