JOMBANG – Sebuah ledakan hebat yang diduga bersumber dari tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) mengguncang sebuah gudang di Desa Bendet, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/3/2026) dini hari tersebut mengakibatkan seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi sekitar pukul 01.30 hingga 02.00 WIB, tepat lima hari menjelang Idulfitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuatnya getaran ledakan digambarkan menyerupai ledakan petasan dalam skala besar.
Awalnya, warga menduga suara tersebut berasal dari ledakan petasan. Namun, setelah saksi mata dan warga di sekitar lokasi melakukan pengecekan, diduga kuat ledakan tersebut disebabkan oleh tabung LPG.
“Kejadiannya perkiraan setengah dua atau jam dua pagi. Suaranya sangat besar, macam mercon (petasan) satu tong,” ujar M, salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia berinisial S, warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat dilarikan ke RSUD Jombang dalam kondisi luka parah.
Selain korban S, diduga terdapat satu korban lain yang juga terdampak ledakan tersebut.
Gudang yang menjadi titik ledakan diduga beroperasi secara ilegal dan digunakan sebagai lokasi aktivitas pada malam hari selama bulan Ramadan.
Warga setempat menyebutkan bahwa operasional gudang cenderung tertutup dan pengelolanya jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
“Aktivitasnya memang malam, katanya kalau siang puasa jadi kerjanya malam. Di situ tertutup, jarang orang luar yang masuk, hanya pekerja saja,” lanjut saksi tersebut.
Muncul dugaan warga, bahwa lokasi tersebut merupakan tempat pengoplosan LPG, mengingat adanya barang bukti berupa tangki LPG di tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Penyebab pasti ledakan serta status legalitas operasional gudang tersebut juga belum diungkapkan kepada publik.
















