Sengketa Lahan, Warga Tembelang Polisikan Saudara Kandung Atas Dugaan Mafia Tanah

- Penulis

Rabu, 24 Desember 2025 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelapor saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Ist)

Pelapor saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Ist)

JOMBANG – Konflik agraria yang melibatkan hubungan persaudaraan pecah di Kabupaten Jombang.

Muhamad Samsul As’adi (47), warga Dusun Melik, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, resmi menyeret saudara kandungnya ke jalur hukum.

Laporan ini dipicu oleh dugaan praktik mafia tanah dalam lingkup keluarga yang mengakibatkan beralihnya kepemilikan sertifikat tanah tanpa persetujuan sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tindak pidana ini mencakup penipuan, penggelapan, hingga pemalsuan dokumen otentik.

Objek sengketa merupakan lahan seluas 744 meter persegi yang merupakan hak hibah Samsul dari sang ayah, Abdul Salim, pada tahun 2009 silam.

Persoalan mencuat saat Samsul menyadari bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya, yang sempat dibawa oleh saudaranya berinisial M, telah berganti nama.

“Saya tidak pernah menghibahkan tanah itu kepada siapa pun. Sertifikat saya dibawa oleh saudara M, dan tiba-tiba pada Juni 2025, nama saya dihapus dari dokumen kepemilikan,” ujar Samsul saat memberikan keterangan, Senin (21/12/2025).

Kecurigaan Samsul mengarah pada dugaan konspirasi pemalsuan akta hibah. Dalam penelusurannya, ditemukan sebuah akta hibah yang diterbitkan oleh notaris berinisial R, yang menyatakan bahwa Samsul telah menghibahkan tanah tersebut kepada adiknya.

Baca Juga  Memeras Modus Takedown Berita, Oknum Wartawan di Mojokerto Kena OTT Polisi

Namun, Samsul membantah keras klaim tersebut dengan memaparkan sejumlah fakta

Pelapor menegaskan tidak pernah hadir di hadapan notaris R untuk menandatangani akta apa pun.

Kedua, tidak pernah ada proses pengukuran ulang tanah oleh pihak desa sebagai syarat formil peralihan hak.

Ketiga, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jombang mengonfirmasi bahwa nama Samsul telah dihapus dan digantikan oleh nama saudara-saudaranya.

“Saya tidak pernah dikumpulkan oleh para pihak, tidak pernah tanda tangan, dan tidak pernah menghibahkan tanah itu. Ini murni dugaan pemalsuan,” tegasnya.

Tak terima haknya dirampas, Samsul melaporkan dua saudaranya sekaligus ke Polres Jombang.

Saudara laki-lakinya berinisial M dilaporkan atas dugaan penggelapan sertifikat, sementara sang adik dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen hibah.

Kasus ini menjadi potret rentannya keamanan dokumen pertanahan, bahkan di dalam institusi keluarga sekalipun.

Samsul kini menggantungkan harapan pada penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk membongkar tuntas praktik lancung tersebut.

“Saya berharap laporan ini segera ditindaklanjuti secara transparan dan berkeadilan,” pungkas Samsul.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi
Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang
Tertipu Investasi Bodong Rp200 Juta, Wanita di Jombang Laporkan Pria Berinisial B ke Polisi
Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi
Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama
Terjadi Lagi, Oknum Wartawan di Jombang Ngaku Pengacara Tipu Warga Puluhan Juta
AMI Geram! Polrestabes Sebut 3 Anggota DPRD Jalani Asesmen di BNNK, Humas BNNK Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama

Berita Terbaru