Gadis SMP Penjual Nasi Bungkus di Jombang Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Berangkat Sekolah

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelecehan seksual anak. ISTIMEWA

Ilustrasi pelecehan seksual anak. ISTIMEWA

JOMBANG – Kisah pilu menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jombang, Jawa Timur, yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah temannya.

Korban, sebut saja Mawar (17), dikenal sebagai pelajar berprestasi yang berjuang menghidupi diri dengan berjualan nasi bungkus sebelum berangkat sekolah.

Peristiwa menyakitkan itu terjadi pada Kamis (16/10/2025) pagi, ketika Mawar sedang berjalan kaki menuju sekolahnya. Pelaku berinisial E (40), warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, yang merupakan ayah dari teman Mawar, menawarkan tumpangan sepeda motor. Tanpa curiga, Mawar menerima tawaran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah perjalanan, E diduga melancarkan niat buruknya. Pelaku sempat menawarkan korban untuk bergantian mengemudikan motor dan memberikan uang tunai Rp10.000 dengan dalih imbalan. Setelahnya, terduga pelaku berulang kali menyentuh bagian sensitif tubuh korban.

Terkejut dan merasa dilecehkan, Mawar segera menghentikan laju kendaraan, melompat turun, dan berlari menuju sekolah dalam kondisi menangis histeris. Insiden mengerikan ini kini menyebabkan Mawar mengalami trauma mendalam dan menolak untuk kembali bersekolah.

Mawar diketahui memiliki latar belakang hidup yang sulit. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa Mawar tinggal bersama nenek dan ketiga adiknya yang masih balita. Ibunya bekerja dengan waktu kepulangan yang tidak menentu, sementara keberadaan ayahnya tidak diketahui.

“Tiap pagi Mawar berjualan nasi bungkus di pasar, kemudian berangkat sekolah setelah dagangannya habis. Ia tidak memiliki kendaraan, sering berjalan kaki ke sekolah,” ungkap salah satu guru Mawar.

Guru tersebut juga menambahkan bahwa Mawar sejatinya telah berada di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) namun sempat putus sekolah karena persoalan biaya. Berkat dukungan guru, Mawar kembali melanjutkan pendidikan di jenjang SMP dan tercatat sebagai penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Baca Juga  Senyum Warga Jombang Menaruh Asa, Sinergitas Tentara dan Pemerintah Daerah

Menyikapi kejadian tersebut, kepala sekolah segera menghubungi orang tua korban. Didampingi kepala sekolah dan orang tuanya, Mawar melaporkan dugaan tindak pelecehan seksual tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Jombang pada Jumat (17/10/2025).

“Saat berangkat sekolah, ia ditumpangi oleh ayah temannya. Ternyata ia malah diajak berputar-putar, dan akhirnya anaknya melarikan diri. Sudah dilaporkan ke polisi,” terang seorang guru korban pada hari yang sama.

Keluarga korban telah menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dan berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini agar pelaku E dapat dikenakan sanksi hukum yang setimpal.

Kasus ini juga mendapat atensi serius dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Jawa Timur. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komnas PA Jawa Timur, Jaka Prima, mengecam keras tindakan pelecehan terhadap anak, terlebih saat dilakukan di jalan ketika korban hendak berangkat sekolah.

“Pelecehan seksual di jalan raya adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan dapat memiliki dampak serius pada korban. Informasi yang kami peroleh korban mengalami trauma dan masih takut untuk berangkat ke sekolah,” kata Jaka Prima, Jumat (17/10/2025).

Komnas PA Jatim mendesak polisi segera mengamankan terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk menawarkan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.

“Apabila terbukti, kami meminta terduga pelaku dihukum maksimal agar bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” tegas Jaka Prima, sembari menyebut potensi penerapan pasal-pasal terkait kesusilaan, perbuatan cabul, hingga Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penulis : HENDRA

Editor : HAMAD

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyongsong Muktamar ke-35 NU, FKAJ Buka Posko Bantuan Hukum Gratis dan Ruang Diskusi
Mengaku Pengacara, Oknum Wartawan di Jombang Tipu Buruh Tani Rp40 Juta
LSM Ancam Laporkan Dugaan Pungli Seragam SMAN 2 Padang Cermin ke Polda dan Kejati Lampung
Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang
Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami
Antusiasme Membludak! Kuota Penginapan Gratis Muktamar NU di Kampus Undar Ditambah Jadi 800
Masyarakat Lampung Ancam Seret Kasus Aset Pemprov ke KPK, Kejati Terkesan Tak Punya Nyali
Penegakkan Hukum di Lampung Mandul, Koruptor Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Menyongsong Muktamar ke-35 NU, FKAJ Buka Posko Bantuan Hukum Gratis dan Ruang Diskusi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Mengaku Pengacara, Oknum Wartawan di Jombang Tipu Buruh Tani Rp40 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:40 WIB

LSM Ancam Laporkan Dugaan Pungli Seragam SMAN 2 Padang Cermin ke Polda dan Kejati Lampung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami

Berita Terbaru

Semarak warga RT 1 mengikuti jalan sehat di Desa Bendet, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (ANANG/MITRAMEDIA)

Daerah

Semarak Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Desa Bendet Jombang

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:02 WIB

Ilustrasi.

Hukum

Gegara Cemburu, Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:04 WIB