JOMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi nutrisi justru menjadi petaka di Kabupaten Jombang.
Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengonfirmasi bahwa lauk telur asin yang diduga disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) positif mengandung Nitrit, senyawa kimia yang memicu keracunan akut pada puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah, Mojoagung.
Temuan ini mengonfirmasi bahwa sumber utama keracunan massal yang terjadi pada Kamis (5/3) bukan berasal dari olahan internal pondok, melainkan dari paket tambahan yang didistribusikan secara resmi melalui vendor program pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinkes Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengungkapkan bahwa keberadaan nitrit dalam telur asin tersebut merupakan anomali serius.
Meskipun nitrit sering digunakan sebagai pengawet, kadar yang ditemukan dalam sampel makanan santri telah melampaui batas aman hingga menyebabkan intoleransi makanan secara massal.
“Normalnya makanan tidak boleh mengandung nitrit dalam kadar yang memicu reaksi toksik. Efeknya instan: memicu mual, muntah, hingga gangguan pencernaan mendadak,” tegas Hexawan, Selasa (17/3/2026).
Pernyataan tersebut diperkuat oleh kesaksian pengasuh pondok, Muhammad Adam. Ia membeberkan fakta lapangan bahwa santri yang hanya mengonsumsi rawon buatan dapur pondok dalam kondisi sehat.
Sebaliknya, mereka yang menyantap telur asin langsung mengalami gejala kritis bahkan sebelum porsi makan mereka habis.
Dinkes Jombang menduga kontaminasi nitrit ini bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan indikasi kuat adanya masalah pada manajemen pengadaan dan penyimpanan bahan baku.
Penggunaan bahan pengawet berlebih atau kualitas telur yang sudah menurun sebelum didistribusikan diduga menjadi akar masalah.
“Bisa jadi karena penyimpanan terlalu lama atau sumber bahan baku yang berbeda dari standar. Ini menuntut evaluasi total pada sistem pengadaan bahan di SPPG,” tambah Hexawan.
Kondisi ini diperparah dengan temuan bakteri E. coli yang mencapai 2.030 per mililiter pada sumber air pondok dan Bacillus cereus pada sampel muntahan. Kombinasi antara zat kimia pada telur asin dan buruknya sanitasi air menciptakan badai sempurna bagi kesehatan para santri.
Menanggapi temuan mematikan ini, Koordinator Wilayah BGN Jombang, Deni Setiawan, mengonfirmasi telah menjatuhkan sanksi suspend atau penghentian sementara terhadap operasional dapur SPPG Betek.
Namun, pengakuan Deni mengenai lemahnya kontrol kualitas menimbulkan keraguan publik atas keamanan paket MBG di lokasi lain.
“Pengawasan tetap berjalan, tapi memang personel kami terbatas. Ke depan, kami dorong perbaikan quality control,” ujar Deni.
Keterbatasan personel yang dijadikan alasan oleh pihak korwil BGN dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan konsumen, mengingat program ini berskala nasional dan menggunakan anggaran negara.
















