JOMBANG – Dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan online kembali mencuat di Kabupaten Jombang.
Mirisnya, oknum tersebut juga mencatut nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkantor di Kecamatan Bandarkedungmulyo, hingga nama orang yang dikenal menjabat sebagai tenaga ahli bupati.
Modusnya, oknum yang mengaku wartawan ini melakukan intimidasi kepada pihak penyedia jasa kontruksi yang berlokasi di Kota Santri ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan modus pengawasan proyek ia meminta sejumlah uang kepada penyedia jasa. Yang paling parah, uantuk menaikkan nilai tawar, oknum yang mengaku wartawan itu mencatut nama LSM hingga nama seorang tenaga ahli.
Mirisnya lagi, oknum ini menyebut nama seseorang yang diketahui sebagai tenaga ahli itu disebut sebagai koordinator LSM.
“Oknum ini meminta uang, katanya LSM yang meminta dan menyebut (nama) tenaga ahli ini sebagai koordinator LSM, ya tujuannya untuk menaikkan permintaan nominal dia sebut-sebut ada LSM dibelakangnya,” kata narasumber sembari membeber rangkaian bukti kepada media ini, Kamis (25/1/2026).
Sembari menunjukkan bukti transfer senilai Rp5 juta ke rekening oknum yang mengaku wartawan tersebut. Narasumber yang enggan disebut namanya dalam pemberitaan itu mengatakan jika nama orang yang mengaku wartawan ini tidak terdaftar di dewan pers atau tidak memiliki sertifikasi wartawan baik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers maupun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Bahkan, sambung dia, nama medianya pun juga tidak ada atau tidak terdaftar di dewan pers.
Namun demikian, berdasarkan data yang dihimpun, nama oknum tersebut terdaftar di salah satu organisasi wartawan yang ada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak LSM bahkan tenaga ahli yang namanya dicatut dalam praktik dugaan pemerasan itu. (Redaksi)















