Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Pudji Umbaran.

dr. Pudji Umbaran.

JOMBANG – Bantahan Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengenai praktik rangkap jabatan yang melibatkan pejabat berinisial HD justru membuka tabir baru terkait tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di institusi kesehatan tersebut.

Meski secara resmi menyebut jabatan ganda tersebut sebagai tugas tambahan, kebijakan ini dinilai sebagai persoalan yang mencederai prinsip profesionalisme dan efektivitas pelayanan.

Dalam klarifikasinya, dr. Pudji Umbaran mengecilkan isu rangkap empat jabatan dengan dalih pengisian kekosongan posisi akibat pensiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pengakuan bahwa HD menjabat sebagai Kepala Instalasi Rekam Medis (Definitif) sekaligus Plt. Kasubag Pelaporan dan Evaluasi tetap mengonfirmasi adanya penumpukan tanggung jawab pada satu figur.

Meski dr. Pudji mengklaim tugas lain telah dihentikan saat penunjukan Plt tersebut.

Baca Juga  Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

Klarifikasi manajemen ini muncul di tengah sorotan tajam mengenai anjloknya standar pelayanan publik di RSUD Jombang. Investigasi internal mengungkap adanya dugaan pembersihan terhadap tenaga ahli yang memiliki rekam jejak mumpuni di unit-unit vital seperti Poli Jiwa, VCT, dan rawat jalan.

“Tidak benar. Saat ini saudara HD sebagai Ka Instalasi Rekam Medis (definitif). Karena kasubag Evaluasi dan Pelaporan pensiun, sementara tugasnya sangat erat dengan Instalasi Rekam Medis, maka HD saya tunjuk sebagai Plt Kasubag Pelaporan dan Evaluasi (tugas tambahan ). Tugas lainnya sudah kita hentikan saat HD ditunjuk sebagai Plt tersebut,” jelas dr. Pudji dalam klarifikasinya.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak
Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang
Kasus Pneumonia di Jombang Meningkat, 176 Pasien Dirawat dan 38 Meninggal Dunia
Dinkes Jombang Lamban? Kepastian Penyebab Keracunan Puluhan Santri Tunggu Uji Lab 10 Hari
Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Direktur Baru, Pelayanan RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan
Makanan Basi dan Susu Kadaluarsa pada MBG di Jombang, Ancaman Hukum Menanti Pihak SPPG
Nasi Basi, Jeruk Berulat hingga Susu Kadaluarsa, Kisah Pilu di Balik Program MBG di Jombang

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:26 WIB

Bantah Ada Pegawai Rangkap Jabatan, Direktur RSUD Berdalih Hanya Tugas Tambahan

Rabu, 15 April 2026 - 15:45 WIB

Manajemen RSUD Jombang Kembali Dikeluhkan, Krisis Kompetensi dan Skandal Rangkap Jabatan Terkuak

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:06 WIB

Terungkap, Nitrit pada Telur Asin MBG Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Jombang

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:55 WIB

Kasus Pneumonia di Jombang Meningkat, 176 Pasien Dirawat dan 38 Meninggal Dunia

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:43 WIB

Dinkes Jombang Lamban? Kepastian Penyebab Keracunan Puluhan Santri Tunggu Uji Lab 10 Hari

Berita Terbaru