Susahnya Cari Ilmu di Jombang, Hak Belajar Dirampas Polusi Industri

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi siswa belajar dikepung limbah di Jombang. (ANANG/MITRAMEDIA)

Ilustrasi siswa belajar dikepung limbah di Jombang. (ANANG/MITRAMEDIA)

JOMBANG, MITRAMEDIA.CO — Hak dasar siswa SMPN 4 Jombang untuk mengenyam pendidikan dalam lingkungan yang aman dan sehat terenggut.

Aktivitas belajar kini lumpuh akibat kepungan bau busuk menyengat dan asap pekat yang diduga bersumber dari limbah industri yang diduga belum kantongi izin lengkap. Keselamatan ratusan anak didik kini dipertaruhkan.

Polusi udara akut tersebut bukan sekadar persoalan sanitasi biasa. Indikasi kuat mengarah pada pembuangan limbah sisa pencucian pabrik langsung ke drainase permukiman tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Dampaknya, gas beracun merangsek bebas ke ruang-ruang kelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsekuensinya telak. Sejumlah siswa kolaps di tengah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gejala keracunan ringan seperti mual akut, muntah, pusing berkepanjangan, hingga sesak napas berat mendera para pelajar, membuat pihak sekolah kewalahan.

Teguran Persuasif Diabaikan, Keselamatan Siswa Dikangkangi

Pihak SMPN 4 Jombang menyatakan bahwa ancaman ini telah berlangsung sistematis. Jauh sebelum eskalasi laporan mencuat ke tingkat kabupaten, manajemen sekolah telah menempuh jalur dialog secara persuasif.

Nahas, iktikad baik tersebut direspons dengan sikap arogan dan acuh tak acuh oleh pihak pabrik.

“Sikap persuasif dan teguran sudah berulang kali kami layangkan ke manajemen pabrik, tetapi terkesan sama sekali tidak diindahkan,” tegas perwakilan guru di SMPN 4 Jombang yang enggan dicantumkan namanya dalam pemberitaan.

Akibat situasi yang telah melampaui ambang batas toleransi dan membahayakan nyawa anak didik, pihak sekolah resmi melayangkan laporan darurat ke birokrasi tingkat kabupaten.

Baca Juga  Hukum di Jombang Tebang Pilih, Menara Telekomunikasi Disikat, CV JPN Tanpa SLF Malah Dimanja?

“Kondisinya sudah sangat meresahkan. Anak-anak kami sesak napas sampai muntah karena bau limbah ini. Oleh sebab itu, masalah ini resmi kami teruskan ke dinas terkait,” tandasnya.

Disdikbud Bergerak Cepat, Tim Gabungan DLH Turun Lapangan

Laporan darurat ini direspons cepat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari, yang langsung menggalang sinergi lintas instansi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Begitu menerima laporan dari Kepala Sekolah, saya bertindak cepat berkoordinasi dengan Kepala Dinas LH. Respons yang kami dapatkan adalah kesiapan untuk menindaklanjuti,” ungkap Wor Windari.

Wor Windari memastikan investigasi lapangan segera dieksekusi oleh tim gabungan.

“Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Ulum dari DLH via telepon. Beliau meminta sharelock titik lokasi untuk segera turun melakukan pengecekan lapangan. Apalagi saat saya berkunjung ke SMPN 4 sebelumnya, Kepala Sekolah mengonfirmasi sudah ada pertemuan awal dengan pihak pabrik. Harapan kami masalah ini segera tuntas,” imbuhnya.

CV Java Pangan Nusantara Bungkam, Publik Menanti Nyali Pemkab Jombang

Kecurigaan publik dan temuan awal di lapangan mengerucut pada aktivitas operasional CV Java Pangan Nusantara yang berlokasi di ring satu institusi pendidikan tersebut.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, manajemen CV Java Pangan Nusantara memilih bungkam. Tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi terbuka, apalagi pertanggungjawaban moral kepada publik.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jombang Bukan Lagi Tempat Nyaman untuk Belajar
All-Out! Disdikbud Lampung Kerahkan Pelajar SMA-SMK Meriahkan Festival Krakatau XXXV 2026
Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN 13 UTM Sukses Terapkan Ekosistem QRIS di 6 Dusun Desa Cenlecen
KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026: Awal Sinergi Pengabdian di Desa Bulugunung
Pemkab Jombang Hapus Mulok Diniyah, Bukti Kemunduran Pendidikan Agama Rezim Warsubi
PDI Perjuangan dan Dewan Pendidikan Dobrak Kebuntuan, Tangis Haru Warnai Pembebasan Ijazah di Gadingmangu
Konfercab ke-31 HMI Jombang: Alumni Desak Revitalisasi Nalar Kritis dan Produktivitas Kader
Aduan Penahanan Ijazah YPBU Gadingmangu Terus Meluas, Dua Wali Murid Susul Melapor

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:24 WIB

Jombang Bukan Lagi Tempat Nyaman untuk Belajar

Sabtu, 26 September 2026 - 21:14 WIB

Susahnya Cari Ilmu di Jombang, Hak Belajar Dirampas Polusi Industri

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:45 WIB

All-Out! Disdikbud Lampung Kerahkan Pelajar SMA-SMK Meriahkan Festival Krakatau XXXV 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 14:43 WIB

Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN 13 UTM Sukses Terapkan Ekosistem QRIS di 6 Dusun Desa Cenlecen

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

KKN Kolaboratif UTM–UGM 2026: Awal Sinergi Pengabdian di Desa Bulugunung

Berita Terbaru