JOMBANG – Ledakan keras memecah keheningan malam di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada Jumat (13/3/2026) malam.
Insiden ledakan yang diduga berasal dari petasan atau mercon tersebut sempat membuat geger warga dan ramai menjadi cuitan disejumlah media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benar saja, tak berselang lama polisi mengeluarkan rilis yang intinya menjelaskan jika suara keras ledakan diduga dari kegiatan sejumlah remaja merakit petasan. Polisi juga menjelaskan lima orang remaja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke RSUD Jombang.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan melalui laporan resmi yang diterima pada Sabtu (14/3/2026) menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Kelima korban adalah Brilian Raditia Alfino (15), Kevin Bagas (17), Muhammad Zadith Taqwa (15), Azril Resky Abdillah (18), dan Wahit Fatur Rohman (17). Seluruh korban merupakan pelajar dan warga sekitar Kecamatan Gudo dan Ngoro.
“Berdasarkan keterangan sementara, para korban diduga tengah merakit petasan di teras rumah milik Sdri. Lia Alfianti yang dihuni bersama anaknya, Brilian Raditia Alfino, yang juga menjadi salah satu korban,” ungkap AKBP Ardi Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Tim Satreskrim Polres Jombang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander bersama jajaran Polsek Gudo dan Unit Identifikasi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan awal.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan TKP dalam kondisi telah dibersihkan oleh warga. Meski demikian, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sejumlah barang bukti tersebut, dintaranya : sebuah palu besi, gunting, batang besi, dan sendok yang ditemukan di halaman rumah.
Kemudian satu lembar tikar plastik bekas terbakar; sejumlah selongsong petasan/mercon dan sebuah korek api bensol warna hijau yang ditemukan di tumpukan sampah belakang rumah; beberapa potong kain/pakaian bekas terbakar; serta sebuah ember berisi air yang digunakan untuk merendam petasan/mercon yang tidak meledak, ditemukan di dekat sumur.
“Akibat ledakan tersebut, selain melukai para korban, juga merusak sejumlah bagian rumah. Atap asbes dan kaca jendela di teras rumah pecah berantakan,” ujar Kapolres.
Menurut Kapolres, warga setempat yang mendengar dan melihat kejadian tersebut segera berinisiatif memadamkan sisa percikan api dengan menyiram air guna mencegah ledakan susulan.
“Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka bakar yang diderita di beberapa bagian tubuh,” terang Kapolres.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk menjaga status quo, mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Jombang,” tandasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Prastyo















