GP Ansor Bangil Pertanyakan Dasar Hukum KPK Tetapkan Gus Yaqut Sebagai Tersangka

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LBH Ansor Cabang Bangil, Akhmad Soim. (Istimewa)

Ketua LBH Ansor Cabang Bangil, Akhmad Soim. (Istimewa)

PASURUAN – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangil memberikan pernyataan sikap merespons penetapan mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

LBH GP Ansor Bangil menilai terdapat kelemahan mendasar dalam konstruksi hukum yang dibangun oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.

Ketua LBH Ansor Cabang Bangil, Akhmad Soim, menegaskan bahwa meski pihaknya menghormati mandat konstitusional KPK, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan berimbang dengan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi tudingan kerugian negara senilai Rp1 triliun dalam penyelenggaraan haji, Soim menjelaskan bahwa mekanisme kuota haji khusus bersifat business-to-business (B2B). Artinya dalam hal itu tidak melibatkan keuangan negara.

“Berdasarkan pemahaman kami, dalam kuota haji khusus tidak ada keterlibatan keuangan negara. Menteri Agama tidak terlibat dalam pengelolaan teknis keuangan, karena otoritas tersebut berada di tangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” tegas Soim saat memberikan keterangan, Jumat (16/1/2026).

Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap penyidik yang dinilai mengabaikan aspek esensial dalam tindak pidana korupsi.

Soim secara khusus memperingatkan agar tidak ada tuduhan tanpa bukti yang menyerang marwah organisasi NU maupun Ansor terkait isu aliran dana.

Baca Juga  Pemkab Jombang Naikkan Tunjangan Anggota DPRD di Tengah Warga Sulit Bayar Pajak

Lebih lanjut, Soim membedah aspek legalitas pendistribusian kuota haji tambahan sebanyak 20.000 jemaah pada tahun 2024.

Menurutnya, langkah yang diambil Gus Yaqut saat menjabat sebagai Menteri Agama bukanlah pelanggaran, melainkan pelaksanaan diskresi yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Pasal 9 Undang-Undang tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa Menteri menetapkan kuota haji tambahan. Jadi, menteri memiliki kewenangan diskresi berdasarkan pertimbangan teknis dan fakta di lapangan,” urainya.

Soim memaparkan berbagai kendala teknis yang mendasari keputusan tersebut, mulai dari pengurangan lahan di Muzdalifah, keterbatasan embarkasi, hingga pengadaan pesawat.

Ia menekankan bahwa kebijakan seperti sistem Murur (melintas di Muzdalifah) dan Tanazul di Mina diambil demi menjaga keselamatan jemaah haji di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas.

Sebagai penutup, LBH GP Ansor Bangil mengingatkan bahwa di bawah kepemimpinan Gus Yaqut, penyelenggaraan haji 2024 justru mencatatkan efisiensi anggaran dan peningkatan indeks kepuasan jemaah secara signifikan.

“Kami mendukung proses hukum yang transparan, namun kami juga akan mengawal kasus ini agar tidak menjadi bola liar yang mencederai keadilan bagi Sahabat Gus Yaqut,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasar Cukir Jombang Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Kandang Babi di Jombang Dikomplain Warga Karena Cemari Lingkungan
Penemuan Mayat di Persawahan Dusun Kandangan: Korban Diduga Warga Keplaksari yang Hilang Sepekan Lalu
Jenazah ABK KM Virgo, Gondham Prakoso, Tiba di Rumah Duka di Jombang
Akhir Penantian 13 Hari Keluarga Surono, Korban Tragis KM Virgo Transport 8
FOKAL Dorong Kades Jadi Agen Sadar Hukum di Masyarakat
Kernet Truk Asal Jombang Hilang Usai KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Keluarga: Bawa Selimut Almarhum Ibu
Kisah Pilu Ibu di Jombang, Status WA Terakhir Anaknya Sebelum KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Pasar Cukir Jombang Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Kandang Babi di Jombang Dikomplain Warga Karena Cemari Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Penemuan Mayat di Persawahan Dusun Kandangan: Korban Diduga Warga Keplaksari yang Hilang Sepekan Lalu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jenazah ABK KM Virgo, Gondham Prakoso, Tiba di Rumah Duka di Jombang

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Akhir Penantian 13 Hari Keluarga Surono, Korban Tragis KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru