JOMBANG, MITRAMEDIA.CO – Keberadaan usaha peternakan babi di tengah kawasan pemukiman Dusun Mojoroto, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, memicu keluhan warga.
Sebab, aroma tidak sedap dari kotoran ternak tersebut dilaporkan tercium hingga radius 100 meter dari lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi peternakan tersebut dimanfaatkan untuk penggemukan dan pengembangbiakan dengan populasi mencapai sekitar 68 ekor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usaha pengolahan ternak yang dipanen setiap lima hingga enam bulan sekali itu berada tepat di area halaman belakang kediaman Kepala Desa Mojowangi dan diduga kuat milik pejabat desa setempat.
Salah seorang warga setempat berinisial FB mengungkapkan, aktivitas peternakan ini telah berlangsung lebih dari satu tahun dan biasanya bau semakin parah dan mengganggu saat musim hujan.
“Baunya sangat menyengat, bahkan hingga radius 100 meter masih tercium bau busuk. Kalau hujan deras, limbah kotorannya diduga dibuang langsung ke saluran irigasi,” ujar FB kepada MITRAMEDIA.CO, Selasa (13/10/2026).
Ia menambahkan, sebagian warga merasa keberatan namun enggan menegur secara langsung lantaran pemilik peternakan tersebut diduga merupakan Kepala Desa Mojowangi.
Selain aktivitas pemeliharaan, di lokasi tersebut juga kerap berlangsung pemotongan babi serta pengangkutan ternak menggunakan moda transportasi darat untuk didistribusikan ke luar wilayah Jombang.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi masih terus dilakukan kepada Pemerintah Desa Mojowangi maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang guna memastikan legalitas izin usaha, kelayakan teknis peternakan di area pemukiman, serta sistem pengelolaan limbah lingkungan.
Penulis : Anang
Editor : Hamad















