JOMBANG, MITRAMEDIA.CO — Hak dasar siswa SMPN 4 Jombang untuk mengenyam pendidikan dalam lingkungan yang aman dan sehat terenggut.
Aktivitas belajar kini lumpuh akibat kepungan bau busuk menyengat dan asap pekat yang diduga bersumber dari limbah industri yang diduga belum kantongi izin lengkap. Keselamatan ratusan anak didik kini dipertaruhkan.
Polusi udara akut tersebut bukan sekadar persoalan sanitasi biasa. Indikasi kuat mengarah pada pembuangan limbah sisa pencucian pabrik langsung ke drainase permukiman tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Dampaknya, gas beracun merangsek bebas ke ruang-ruang kelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsekuensinya telak. Sejumlah siswa kolaps di tengah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gejala keracunan ringan seperti mual akut, muntah, pusing berkepanjangan, hingga sesak napas berat mendera para pelajar, membuat pihak sekolah kewalahan.
Teguran Persuasif Diabaikan, Keselamatan Siswa Dikangkangi
Pihak SMPN 4 Jombang menyatakan bahwa ancaman ini telah berlangsung sistematis. Jauh sebelum eskalasi laporan mencuat ke tingkat kabupaten, manajemen sekolah telah menempuh jalur dialog secara persuasif.
Nahas, iktikad baik tersebut direspons dengan sikap arogan dan acuh tak acuh oleh pihak pabrik.
“Sikap persuasif dan teguran sudah berulang kali kami layangkan ke manajemen pabrik, tetapi terkesan sama sekali tidak diindahkan,” tegas perwakilan guru di SMPN 4 Jombang yang enggan dicantumkan namanya dalam pemberitaan.
Akibat situasi yang telah melampaui ambang batas toleransi dan membahayakan nyawa anak didik, pihak sekolah resmi melayangkan laporan darurat ke birokrasi tingkat kabupaten.
“Kondisinya sudah sangat meresahkan. Anak-anak kami sesak napas sampai muntah karena bau limbah ini. Oleh sebab itu, masalah ini resmi kami teruskan ke dinas terkait,” tandasnya.
Disdikbud Bergerak Cepat, Tim Gabungan DLH Turun Lapangan
Laporan darurat ini direspons cepat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari, yang langsung menggalang sinergi lintas instansi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Begitu menerima laporan dari Kepala Sekolah, saya bertindak cepat berkoordinasi dengan Kepala Dinas LH. Respons yang kami dapatkan adalah kesiapan untuk menindaklanjuti,” ungkap Wor Windari.
Wor Windari memastikan investigasi lapangan segera dieksekusi oleh tim gabungan.
“Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Ulum dari DLH via telepon. Beliau meminta sharelock titik lokasi untuk segera turun melakukan pengecekan lapangan. Apalagi saat saya berkunjung ke SMPN 4 sebelumnya, Kepala Sekolah mengonfirmasi sudah ada pertemuan awal dengan pihak pabrik. Harapan kami masalah ini segera tuntas,” imbuhnya.
CV Java Pangan Nusantara Bungkam, Publik Menanti Nyali Pemkab Jombang
Kecurigaan publik dan temuan awal di lapangan mengerucut pada aktivitas operasional CV Java Pangan Nusantara yang berlokasi di ring satu institusi pendidikan tersebut.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, manajemen CV Java Pangan Nusantara memilih bungkam. Tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi terbuka, apalagi pertanggungjawaban moral kepada publik.















