Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KPK. (Ist)

Ilustrasi KPK. (Ist)

TULUNGAGUNG — Bupati Tulungagung sekaligus kader Partai Gerindra, Gatut Sunu Wibowo, dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026) malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur tersebut.

Hingga Jumat malam, tim lembaga antirasuah dilaporkan masih berada di lapangan untuk melakukan pendalaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung. Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya,” tulis Budi melalui pesan, Jumat malam.

Di sisi lain, Wakil Bupati Tulungagung sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, Ahmad Baharudin, memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media.

Saat ditemui di sela kegiatannya di GOR Lembupeteng, Baharudin tidak memberikan pernyataan satu kata pun.

Ia hanya memberikan gestur mengangkat kedua tangan di depan dada sembari berlalu, meninggalkan tanda tanya besar terkait sikap partai atas musibah hukum yang menimpa rekan duetnya di Pasangan GABAH tersebut.

Baca Juga  Terjadi Lagi, Oknum Wartawan di Jombang Ngaku Pengacara Tipu Warga Puluhan Juta

Terjaringnya Gatut Sunu dalam operasi senyap KPK ini mencoreng rekam jejak politiknya yang tengah meroket.

Sebelum terjun ke birokrasi, pria kelahiran 17 Desember 1967 ini dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor bahan bangunan dan layanan kesehatan.

Perjalanan politik lulusan Magister Ekonomi UIN Sayyid Ali Rahmatullah ini tergolong sangat moncer.

Ia mengawali karirnya sebagai Wakil Bupati Tulungagung (2021-2023) melalui PDI Perjuangan. Namun, ia kemudian berpindah haluan ke Partai Gerindra menjelang Pilkada 2024.

Kemenangan Pilkada mengusung nama “GABAH” bersama Ahmad Baharudin, ia memenangkan kursi bupati dengan perolehan suara 50,7 persen berkat dukungan koalisi besar (Gerindra, Golkar, PKS, dan sejumlah partai nonparlemen).

Sejak dilantik, Gatut sebenarnya tengah gencar melakukan pencitraan melalui program perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci detail perkara maupun status hukum resmi dari ke-16 orang yang diamankan. Publik kini menanti rilis resmi dari gedung Merah Putih untuk memastikan nasib kepemimpinan di Kabupaten Tulungagung.

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi
Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang
Tertipu Investasi Bodong Rp200 Juta, Wanita di Jombang Laporkan Pria Berinisial B ke Polisi
Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi
Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama
Terjadi Lagi, Oknum Wartawan di Jombang Ngaku Pengacara Tipu Warga Puluhan Juta
AMI Geram! Polrestabes Sebut 3 Anggota DPRD Jalani Asesmen di BNNK, Humas BNNK Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Terduga Mafia Tanah di Jombang Gugat Pemilik Sertifikat Usai Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Palsukan Kuitansi dan Tanda Tangan Jual Beli Tanah, Dua Warga Megaluh Dipolisikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Polisi Panggil Kades dan Ketua BUMDes Mojowangi, Dalami Dugaan Korupsi Ternak Babi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Oknum Perangkat Desa Latsari Diduga Palsukan Tanda Tangan, Alas Hak Mendadak Beralih Nama

Berita Terbaru