MOJOKERTO, MITRAMEDIA.CO – Panas terik matahari di Kota Mojokerto tak membuat para penggiat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sepanjang Jalan HOS. Cokroaminoto, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari berkeluh kesah.
Terlebih, bagi pedagang bendera hingga pernak-pernik kelengkapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semua mata tertuju pada lapak milik Marsela Febriani (20). Sebab, di antara para pedagang, dia yang masih sangat muda. Ia rela panas-panasan menjajakan sejumlah pernak-pernik perayaan HUT RI seperti bendera merah putih hingga umbul-umbul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan tanpa alasan, mahasiswi cantik asal Kota Mojokerto ini pintar membaca peluang jika masyarakat seringkali mencari bendera dan umbul-umbul sejak akhir Juli.
“Biasanya kampung-kampung itu sejak akhir Juli mulai berburu, memasang, dan punya perencanaan tersendiri. Pak RT – RW biasanya sudah mulai pada nyari,” kata Marsela, Senin (28/7/2025).
Gayung bersambut, ternyata Marsela ini bukan hanya menjual. Melainkan dia adalah produsen. Artinya, ia menjahit sendiri bendera itu dan menjualnya.
Tentu, ia bisa menyesuaikan dengan permintaan pembeli. Malah, bukan hanya saat perayaan Agustusan saja. Pada hari-hari biasa, ia masih tetap melayani pesanan.
“Kami juga menerima pesanan, kebetulan kami jahit sendiri, bisa request,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Sella ini.
Mahasiswi Universitas Universitas Islam Majapahit (UNIM) ini menjual umbul-umbul dan bendera mulai dari harga Rp15 ribu hingga Rp300 ribu, hal itu tentu dipengaruhi oleh ukuran hingga kualitas.
Disela-sela kesibukannya kuliah, Sella tetap optimistis usaha yang ditekuninya ini mampu mencetak kemandirian hingga membuka lapangan pekerjaan. Uang hasil penjualannya dibuat bayar kuliah dan jika ada sisa ia menabungnya.
Meski usianya masih muda, teknik pemasaran yang ia lakukan bisa dibilang seperti pengusaha pada umumnya. Sella sering memainkan diskon bahkan menggratiskan barang dagangannya kepada pembeli dengan syarat-syarat tertentu.
Ada diskon atau free bagi pembeli yang pesan dengan jumlah banyak. Ia memberikan gratis bendera dengan kain halus yang disebutnya bisa bertahan hingga 2 tahun.
“Saat ini yang laku cepat terjual untuk umbul-umbul lambang Garuda Pancasila dan bendera dengan kain halus ini,” ungkapnya.
Sela mengaku tidak mengambil untung banyak dari barang dagangannya ini. Sebab, ia meyakini telah menemukan teknik penjualan yang bisa sama-sama membuat senang amtara penjual dan pembeli. Meski untungnya tidak banyak namun kualitas terjaga pasti akan laku banyak dan pembeli akan kembali.
“Apabila dikalkulasi dengan beli bahan kain, jahit sendiri ya gak banyak untungnya,” terangnya.
Meski saat ini mulai banyak pesaing penjualan serupa, ia tetap optimistis dan semangat berjualan dan membuka lapak jualannya mulai pukul 06.00 – 16.00 WIB setiap harinya.
Penulis : ZAKA
Editor : ACH. IPUL















