Pemkot Mojokerto Terus Tekan Stunting, Dilakukan di Tiap Kelurahan

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menangani stunting sebagai bagian dari upaya menyukseskan cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal ini diwujudkan melalui pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT) bagi balita wasting dan ibu hamil di Aula Kelurahan Meri, Rabu (20/8/2025).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga seluruh daerah, termasuk Kota Mojokerto.

“Tujuan nasional yang harus kita sengkuyung bareng-bareng adalah mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu sektor pentingnya adalah penyiapan SDM yang sehat, dan indikatornya adalah generasi penerus bangsa bebas stunting. Karena itu, kita harus memastikan sejak dini kesehatan anak-anak terjaga, bahkan dimulai dari kesiapan calon orang tuanya,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan ini, Pemkot Mojokerto menyalurkan PMT selama 56 hari untuk 2 balita wasting. Selain itu, diberikan pula paket berisi telur, biskuit, dan susu UHT untuk 8 balita wasting, serta susu bagi 4 ibu hamil dengan kondisi KEK.

Ning Ita juga menyampaikan apresiasinya kepada Kelurahan Meri yang telah mencapai status zero stunting, dan menekankan pentingnya menjaga capaian tersebut.

Baca Juga  Politisi PKB Kritik Kebijakan WFH, Sebut Pemerintah Gagal Melihat Realita Birokrasi

“Saya terima kasih kalau di Meri ini sudah zero stunting. Semoga prestasi ini bisa kita pertahankan. Saya minta jajaran Puskesmas, kelurahan, kader kesehatan, dan tentu saja PKK, terus bersinergi agar capaian ini tidak menurun. Harapan saya, 18 kelurahan lainnya juga bisa meniru keberhasilan Meri,” kata Ning Ita.

Lebih lanjut, Ning Ita menuturkan, pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan setelah anak lahir. Namun edukasi juga harus diberikan kepada ibu hamil dan calon pengantin agar mereka siap secara fisik maupun mental untuk menjadi orang tua.

“Kesehatan anak-anak sangat ditentukan oleh kesehatan orang tuanya. Kalau yang mengandung belum siap secara mental, psikis, maupun fisik, tentu akan berpengaruh pada kondisi anak. Karena itu, edukasi sejak sebelum hamil menjadi penting agar mereka benar-benar siap,” jelasnya.

Menutup pengarahannya, Ning Ita meminta para orang tua khususnya para ibu senantiasa menjaga, mendampingi, dan mendididik putra-putrinya supaya kedepan menjadi anak-anak yang memiliki kecerdasan juga memiliki keunggulan dan kedepan bisa menjadi generasi yang hebat yang membanggakan bagi kedua orang tuanya bermanfaat untuk masyarakat juga bangsa dan negara. Dan menjadi kontribusi nyata dari Kota Mojokerto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sumber Berita: Kominfo Pemkot Mojokerto

Follow WhatsApp Channel mitramedia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKPSDM Jombang Sebut Pemberhentian Guru Inisial S Karena Pelanggaran Disiplin
Mutasi Senyap di Penghujung Maret, Warsubi Lantik 5 Pejabat Teras pada Malam Hari
Politisi PKB Kritik Kebijakan WFH, Sebut Pemerintah Gagal Melihat Realita Birokrasi
THR PPPK Paruh Waktu di Jombang Dicicil, Pemkab Janji Bayar Kekurangan Pasca-Lebaran
Hukum di Jombang Tebang Pilih, Menara Telekomunikasi Disikat, CV JPN Tanpa SLF Malah Dimanja?
Klaim Pangan Aman, Khofifah Masih Tambal Logistik Lewat Pasar Murah ke-47
Satgas MBG Jombang Perketat Pengawasan SPPG, Minta Warga Tak Berspekulasi Terkait Insiden Betek
Janji Politik Warsa Bohong, Pemkab Jombang Dinilai Gagal

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:00 WIB

BKPSDM Jombang Sebut Pemberhentian Guru Inisial S Karena Pelanggaran Disiplin

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:21 WIB

Mutasi Senyap di Penghujung Maret, Warsubi Lantik 5 Pejabat Teras pada Malam Hari

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:29 WIB

Politisi PKB Kritik Kebijakan WFH, Sebut Pemerintah Gagal Melihat Realita Birokrasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:18 WIB

THR PPPK Paruh Waktu di Jombang Dicicil, Pemkab Janji Bayar Kekurangan Pasca-Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:29 WIB

Hukum di Jombang Tebang Pilih, Menara Telekomunikasi Disikat, CV JPN Tanpa SLF Malah Dimanja?

Berita Terbaru