JOMBANG – Dalam rangka menjalankan kewajiban rukun Islam sekaligus memperkuat kepedulian sosial, SD Plus Darul Ulum Jombang melaksanakan kegiatan pentasyarufan (penyaluran) zakat fitrah dan sedekah pada pengujung Ramadan tahun ini.

Sebanyak 335 paket zakat fitrah didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SD Plus Darul Ulum Jombang, Ike Sinta Dewi, S.S., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah yang melibatkan wali murid untuk memfasilitasi para siswa dalam menunaikan zakat sekaligus mengedukasi mereka mengenai pentingnya solidaritas sosial.
“Tahun ini kami menyalurkan total 335 paket zakat fitrah. Penyalurannya kami bagi ke beberapa titik agar tepat sasaran,” ujar Ike Sinta Dewi saat memberikan keterangan resmi di sekolah.

Pihak sekolah telah memetakan penerima manfaat agar distribusi zakat berjalan tertib dan sesuai dengan kaidah fikih. Adapun rincian pendistribusian 335 paket tersebut adalah:
200 paket diserahkan langsung kepada warga sekitar sekolah (tetangga). 60 paket disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan 75 paket didonasikan ke sejumlah panti asuhan.

Untuk memastikan ketertiban saat pembagian di lingkungan sekolah, panitia menggunakan sistem kupon. Data penerima telah diverifikasi terlebih dahulu agar menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain penyaluran zakat fitrah, SD Plus Darul Ulum juga menggelar aksi berbagi di jalanan. Sebanyak 406 paket takjil dibagikan secara gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat umum di depan gerbang sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Zakat merupakan instrumen keagamaan yang bersifat mengikat bagi umat Muslim (muzakki). Berbeda dengan pajak yang berfungsi membiayai penyelenggaraan negara, zakat memiliki ketentuan khusus berdasarkan Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yang menetapkan delapan golongan (asnaf) sebagai penerima sah, mulai dari fakir, miskin, hingga ibnu sabil.
Secara esensial, penunaian zakat tidak hanya bermakna spiritual untuk menyucikan harta dan jiwa, tetapi juga memiliki dampak sosiologis yang signifikan. Melalui zakat, diharapkan terjadi pemerataan distribusi kekayaan dan pengurangan kesenjangan ekonomi di masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para muzakki dan membawa keberkahan bagi keluarga besar SD Plus Darul Ulum, serta membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Ike.
Editor : HAMAD















